Film Horor 'Petaka Gunung Welirang' Angkat Kisah Nyata Pendakian Misterius
- 26 Jun 2026 14:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Starvision menghadirkan film horor Petaka Gunung Welirang yang diangkat dari kisah nyata pendakian misterius di Gunung Welirang, Jawa Timur.
- Film ini mengisahkan lima sahabat yang mengalami teror gaib setelah mendaki menjelang Malam 1 Suro dan tersesat di Alas Lali Jiwo.
- Dibintangi Antonio Blanco Jr., Alika Jantinia, dan Giulio Parengkuan, film ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Starvision akan menghadirkan film horor terbaru berjudul Petaka Gunung Welirang yang terinspirasi dari kisah nyata pendakian misterius. Film garapan sutradara Indra Gunawan itu dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia Juli 2026.
Diproduseri Chand Parwez Servia dengan naskah yang ditulis Upi, film ini mengangkat pengalaman nyata pendakian yang dialami Maya Azka. Kisahnya memadukan teror supranatural dengan cerita persahabatan yang diuji saat bertahan hidup di tengah alam.
Petaka Gunung Welirang mengikuti perjalanan lima sahabat, yakni Satria, Naya, Arga, Noval, dan Tita. Kelima sahabat itu memutuskan mendaki Gunung Welirang menjelang Malam 1 Suro.
Pendakian yang awalnya menjadi perjalanan biasa namun tiba-tiba berubah menjadi pengalaman mencekam. Berbagai gangguan dan hal aneh mulai terjadi ketika mereka mengalami berbagai kejadian gaib hingga tersesat di kawasan Alas Lali Jiwo.
Di lokasi tersebut, para pendaki diteror berbagai peristiwa mistis, mulai dari kemunculan sosok penjaga istana gaib yang dikenal sebagai Ratu. Suara gamelan misterius, hingga fenomena alam yang membuat mereka kehilangan arah untuk kembali pulang.
Produser Chand Parwez mengatakan film ini tidak hanya menghadirkan ketegangan melalui unsur horor saja. Tetapi juga menyampaikan kisah tentang arti persahabatan dan keyakinan.
"Penonton akan melihat bagaimana Arga, Satria, dan Naya berjuang keluar dari Alas Lali Jiwo, sementara Noval dan Tita terus berusaha mencari ketiga sahabatnya. Kisah ini mengingatkan kita tentang keyakinan dan persahabatan," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, sutradara Indra Gunawan mengungkapkan proses produksi film menjadi tantangan tersendiri. Hal tersebut karena sebagian besar pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi ikonik di jalur pendakian Gunung Welirang.
“Proses syuting Petaka Gunung Welirang sangat menantang. Kami mengambil beberapa lokasi yang memang ikonik di sepanjang jalur pendakian Gunung Welirang, termasuk air terjun yang indah,” kata Indra.
Antonio Blanco Jr., yang memerankan karakter Satria, mengaku pengalaman syuting di jalur pendakian menjadi yang pertama dalam kariernya. Ia mengatakan medan yang berat menuntut kondisi fisik yang prima, sekaligus memberinya pelajaran untuk menghormati nilai-nilai dan kepercayaan.
“Medannya sangat menantang dan memang membutuhkan fisik yang kuat. Di sini aku belajar hal positif dari filmnya, mulai dari menghormati nilai-nilai kepercayaan lokal,” ujar Nio.
Giulio Parengkuan yang berperan sebagai Arga menilai film ini mengajarkan pentingnya saling percaya dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi. Karakter yang diperankannya memiliki ego tinggi yang celaka teman-temannya.
Sementara Alika Jantinia menyebut kisah dalam film tersebut juga mengingatkan tentang pentingnya mengendalikan ego serta menjaga niat dan sikap. “Kita bisa belajar bahwa memang ada entitas lain, yang menguji adab dan ego kita. Kejujuran dalam niat mendaki itu benar-benar harus dibuka,” kata Alika.
Petaka Gunung Welirang diharapkan menghadirkan pengalaman menonton yang menegangkan sekaligus emosional bagi para penonton. Melalui perpaduan kisah nyata, teror supranatural, dan drama persahabatan film ini akan tayang mulai 2 Juli 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....