Film 'Monster Pabrik Rambut' Hadirkan Horor Rutinitas Kerja dengan Nuansa Retro

  • 04 Jun 2026 11:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Monster Pabrik Rambut karya Edwin tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026 dengan konsep horor fantasi retro
  • Film mengangkat kritik terhadap budaya kerja berlebihan, dengan sumber teror berasal dari rutinitas dan tekanan pekerjaan sehari-hari
  • Produksi film menggunakan practical effect tanpa CGI, melibatkan dua truk rambut asli, serta menjadi ko-produksi lima negara yang telah diputar di berbagai festival internasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Film 'Monster Pabrik Rambut' karya sutradara Edwin akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 4 Juni 2026. Film produksi Palari Films tersebut menghadirkan horor fantasi retro dengan latar pabrik rambut dan pekerja kurang tidur.

Film ini dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, serta Kev. Kehadiran para pemain tersebut mendukung pengalaman horor yang dibangun melalui suasana pabrik yang mencekam.

Edwin menghadirkan sosok monster sebagai bagian dari eksplorasi baru dalam genre horor Indonesia. Ketegangan cerita dibangun melalui atmosfer pabrik rambut serta berbagai peristiwa janggal yang dialami pekerja.

Karakter Bos Maryati yang diperankan Didik Nini Thowok digambarkan ramah namun memiliki sifat eksploitatif. Sosok tersebut menjadi salah satu elemen penting yang memperkuat nuansa menyeramkan sepanjang cerita.

Melalui film ini, Edwin mengangkat kritik terhadap budaya kerja berlebihan yang kerap mendapat pembenaran. Horor yang ditampilkan berasal dari rutinitas pekerjaan sehari-hari, bukan dari unsur spiritual.

Film tersebut menyoroti kenyataan bahwa tekanan kerja berlebihan dapat menghadirkan situasi yang menakutkan. Keresahan para pekerja ketika lembur menjadi hal biasa turut menjadi fokus utama cerita.

Eksplorasi visual film dilakukan menggunakan pendekatan practical effect tanpa memanfaatkan teknologi CGI. Pendekatan tersebut dipilih untuk menghadirkan nuansa retro yang menjadi identitas kuat film.

Selain menghadirkan monster, film ini juga menampilkan berbagai elemen fantasi yang unik. Edwin memadukan horor atmosferik dengan inspirasi film retro Indonesia era 1980-an untuk pengalaman berbeda.

"Ketegangan dan teror horor di 'Monster Pabrik Rambut' tercipta dari situasi kita bekerja sehari-hari yang kita hadapi. Tanpa harus bersinggungan dengan setan. Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror," ujar sutradara Edwin dalam keteranganny yang diterima RRI di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk membangun atmosfer horor fantasi retro dalam 'Monster Pabrik Rambut', Edwin menggandeng desainer produksi Menfo Tantono. Menfo merupakan peraih Piala Citra FFI 2024 kategori Penata Artistik Terbaik yang menangani visual film.

Edwin dan Menfo mengubah Studio PFN menjadi pabrik rambut dengan berbagai elemen pendukung realistis. Kehadiran sekitar dua truk rambut asli, manekin, prostetik, serta sisir paku memperkuat suasana tersebut.

Film 'Monster Pabrik Rambut' diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, film ini merupakan ko-produksi lima negara berbeda. Setelah tayang perdana di Berlin International Film Festival 2026, film tersebut juga hadir di sejumlah festival internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....