Film Badut Gendong, Topeng Horor Dirancang Selama Dua Tahun
- 22 Mei 2026 22:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Chris Lie menyebut desain topeng Badut Gendong dikembangkan selama lebih dari dua tahun dengan lebih dari seratus konsep.
- Inspirasi visual topeng diambil dari kesenian tradisional Indonesia agar tetap menyeramkan namun terasa manusiawi.
- Asaf Antariksa menilai karakter Badut Gendong memiliki konflik emosional lebih kompleks dibanding horor boneka lain seperti Chucky dan Annabelle.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film Badut Gendong menghadirkan desain karakter horor dengan pendekatan berbeda dari film sebelumnya. Topeng karakter utama bahkan dirancang selama lebih dari dua tahun pengembangan.
Eksekutif produser Chris Lie menyebut karakter Badut Gendong menjadi pusat utama keseluruhan cerita film. Karena itu, desain visual karakter harus dibuat sangat detail dan penuh pertimbangan.
“Karakter Badut Gendong sangat penting karena menjadi pusat cerita film ini. Kesulitan terbesar justru ada pada proses desain topengnya,” kata Chris Lie kepada media saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jumat, 22 Mei 2026.
Chris menjelaskan tim produksi mengembangkan lebih dari seratus desain selama proses kreatif berlangsung. Mereka ingin menghadirkan topeng yang terlihat seram sekaligus tetap terasa manusiawi.
“Kami membuat lebih dari seratus opsi desain selama dua tahun. Topeng itu harus terlihat netral, menyeramkan, tetapi tetap terasa manusiawi,” katanya
Menurut Chris, inspirasi desain akhirnya kembali pada bentuk tradisional kesenian daerah Indonesia. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan latar cerita dan karakter Darso dalam film.
Sementara itu, penulis naskah Asaf Antariksa menyebut konsep Badut Gendong berbeda dari horor boneka lainnya. Ia menilai karakter tersebut memiliki kompleksitas emosi lebih dalam dibanding film sejenis.
“Badut Gendong lebih kompleks dibanding Chucky atau Annabelle. Karena ada dua entitas yang saling memengaruhi dalam satu karakter,” kata Asaf
Asaf menjelaskan Darso awalnya mengendalikan boneka Badut Gendong sebagai dalang pertunjukan tradisional. Namun situasi berubah ketika kekuatan gelap mulai menguasai boneka tersebut.
“Awalnya Darso menjadi dalang dan Badut Gendong hanyalah wayang. Kemudian posisi itu berubah saat kekuatan gelap mengambil kendali,” ujar Asaf Antariksa
Konflik batin Darso disebut menjadi inti emosional utama sepanjang cerita berlangsung. Penonton diajak merasakan simpati sekaligus kemarahan terhadap karakter tersebut dalam beberapa adegan.
“Aspek emosional karakter abu-abu memang sangat sulit ditampilkan.Namun film ini berhasil menghadirkan konflik manusiawi dengan sangat kuat,” katanha
Film Badut Gendong mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia 27 Mei 2026. Film ini dibintangi Marthino Lio, Derby Romeri, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, dan Iskak Khivano. (Agnes Claudia Ohoira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....