Next Step Studio Indonesia Perkuat Diplomasi Film Indonesia di Festival Prancis
- 05 Mei 2026 15:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program Next Step Studio Indonesia mempertemukan delapan sutradara dari Indonesia dan Asia Tenggara untuk memproduksi empat film pendek kolaboratif yang akan tayang di edisi ke-65 La Semaine de la Critique Film Festival.
- Proyek ini melibatkan kru lokal sepenuhnya serta deretan aktor ternama seperti Reza Rahadian, Prilly Latuconsina, hingga Happy Salma, yang didukung penuh oleh Kemenbud RI dan institusi internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Next Step Studio Indonesia resmi diperkenalkan sebagai inisiatif baru dalam La Semaine de la Critique Film Festival. Program ini menghadirkan empat film pendek hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Asia Tenggara.
Edisi perdana ini menjadi langkah penting dalam diplomasi budaya, khususnya di bidang perfilman antara Prancis dan Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang pertukaran perspektif dan memperkuat jejaring industri film kawasan.
Next Step Studio Indonesia merupakan hasil kolaborasi La Semaine de la Critique bersama KawanKawan Media. Program ini diproduseri oleh Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma, yang memberikan wadah bagi sutradara muda untuk bereksplorasi.
Sebanyak delapan sutradara terlibat dalam program ini, terdiri dari empat sineas Indonesia dan empat sineas Asia Tenggara. Mereka berkolaborasi untuk menulis dan menyutradarai empat film pendek yang diproduksi di Jakarta.
Empat film tersebut adalah Holy Crowd karya M. Reza Fahriyansyah bersama Ananth Subramaniam. Kemudian Original Wound karya Shelby Kho bersama Sein Lyan Tun.
Selanjutnya ada Annisa karya Reza Rahadian bersama Sam Manacsa. Serta Mothers Are Mothering karya Khozy Rizal bersama Lam Li Shuen.
Keempat film ini akan ditayangkan dalam edisi ke-65 La Semaine de la Critique. Seluruh proses produksi melibatkan kru perfilman Indonesia, mulai dari produksi hingga pascaproduksi.
Sejumlah nama besar turut terlibat sebagai pemain dalam proyek ini. Di antaranya Prilly Latuconsina, Yusuf Mahardika, Yudi Ahmad Tajudin, hingga Happy Salma, Omara Esteghlal, Agnes Naomi, dan Arswendi Bening Swara.
Program ini juga didukung oleh berbagai rumah produksi dan institusi. Dukungan datang dari Indra Sashi Kalanacitra, VMS Studio, Visinema Pictures, Navvaros Entertainment, hingga Arungi Films.
Selain itu, terdapat peran berbagai pihak seperti Prodigy House Post Production, Brandlink Indonesia, serta Jakarta Film Week. Dukungan juga diberikan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta serta Kementerian Kebudayaan.
“Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk menembus jaringan industri global tetapi juga memperkuat diplomasi budaya. Sejalan dengan semangat Deklarasi Borobudur, Kemenbud berkomitmen untuk terus mendukung program yang memberi ruang bagi generasi baru,” kata Direktur Film, Musik, dan Seni Kemenbud RI, Irini Dewi Wanti di Institut Français Indonesia, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026.
Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN turut menjadi bagian dari kolaborasi ini. Institut Français Indonesia juga mendukung sebagai bagian dari kerja sama budaya.
“Hubungan antara Perancis dan Indonesia semakin menguat, ini adalah sebuah prioritas dari pemerintahan Perancis dan Indonesia. Ketika hubungan ini tumbuh dan berkembang akan semakin banyak program budaya dan ekonomi kreatif,” ujar Duta Besar Perancis, Fabien Penone.
Dengan konsep 4 short films, 8 filmmakers, limitless collaborations, program ini menjadi ruang eksplorasi kreatif lintas negara. Next Step Studio Indonesia diharapkan melahirkan perspektif baru dalam sinema Asia Tenggara.
Program ini sekaligus menegaskan potensi kolaborasi regional dalam industri film. Kehadirannya menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....