Charles Gozali Ungkap Rencana Besar Semesta ‘Qodrat’ dan ‘Badut Gendong’
- 20 Mei 2026 11:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Charles Gozali mengungkap semesta Qodrat dirancang dalam format “3 plus 1 plus penutup”.
- Film Badut Gendong akan terhubung dengan Qodrat dan menjadi asal usul musuh yang muncul di Badut Gendong 2.
- Charles juga membagikan perjuangan produksi Qodrat pertama yang sempat diragukan investor hingga terdampak pandemi COVID-19 saat proses syuting.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sutradara Charles Gozali mengungkap rencana pengembangan semesta film Qodrat yang akan terhubung dengan film Badut Gendong. Ia menyebut kisah Qodrat dirancang dalam format ‘3 plus 1 plus penutup’.
Charles menjelaskan tiga film utama akan menjadi trilogi Qodrat yang berakhir di Qodrat 3. Sementara ‘plus satu’ merujuk pada Badut Gendong 2 yang nantinya akan menghadirkan keterhubungan langsung dengan karakter dan dunia Qodrat.
“Qodrat adalah 3 plus 1. Dulu saya bilangnya 3 plus 1 plus 1 finale, jadi nanti akan ada penutupnya,” ujar Charles saat ditemui di Felfest UI, Depok, Senin 18 Mei 2026.
Menurut Charles, film Badut Gendong pertama menjadi kisah asal usul musuh yang nantinya akan dihadapi Qodrat di Badut Gendong 2. Setelah itu, semesta tersebut masih akan memiliki satu film penutup sebagai akhir cerita.
“Badut Gendong 1 sekarang adalah origin dari musuh yang kita coba hadirkan untuk melawan Qodrat di Badut Gendong 2. Jadi trilogi Qodrat selesai di Qodrat 3 lalu berlanjut ke Badut Gendong 2,” katanya.
Meski begitu, Charles mengatakan perkembangan semesta Qodrat masih bergantung pada respons penonton terhadap film-film sebelumnya. Ia menyebut kelanjutan cerita akan melihat sejauh mana film awal berhasil diterima publik.
Charles juga menceritakan perjuangan di balik produksi Qodrat pertama. Saat proses pengembangan dimulai, banyak pihak disebut ragu mendukung film tersebut karena mengangkat tokoh ustadz dalam genre horor aksi.
“Orang bilang bikin film ustadz zaman sekarang sudah enggak zaman. Tapi saya bilang ustadznya dibuat rock and roll, pakai jaket dan naik motor gede,” ucapnya.
Untuk meyakinkan investor, tim produksi akhirnya membuat cuplikan adegan sepanjang hampir empat menit dengan konsep continuous one shot. Adegan tersebut direkam selama dua hari pada Desember 2020 sebelum syuting utama dimulai pada April 2021.
Produksi film juga sempat terdampak pandemi COVID-19 saat proses syuting berlangsung di Gunung Kidul. Lima hari adegan pertarungan terakhir akhirnya dipindahkan ke kawasan Cisarua setelah produksi sempat tertunda.
Charles mengatakan ide menghadirkan Badut Gendong sebenarnya sudah muncul sejak 2021 sebelum Qodrat pertama dirilis. Namun proyek tersebut baru berjalan setelah Qodrat dan sekuelnya mendapat sambutan positif dari penonton.
“Pada saat syuting Qodrat saya sempat berpikir kalau Qodrat tidak melawan iblis lalu melawan apa. Dari situ akhirnya muncul ide untuk menulis Badut Gendong,” ujarnya.
Sementara itu, Charles juga menanggapi teori penggemar mengenai kemungkinan film Pemukiman Setan menjadi bagian dari semesta Qodrat. Ia mengatakan kemungkinan tersebut masih terbuka meski belum ada pengumuman resmi.
“Kalau Pemukiman Setan bukan cross universe. Tapi apakah dia akan masuk dalam semesta Qodrat, bisa iya bisa nggak,” kata Charles mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....