Inilah Empat Film Pendek Indonesia yang Tampil di Festival Film Cannes 2026

  • 16 Mei 2026 10:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sejumlah film pendek Indonesia tampil di Festival Film Cannes 2026 sebagai bukti perkembangan perfilman nasional di kancah internasional.
  • Beberapa proyek melibatkan kolaborasi sineas Asia Tenggara, seperti Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Singapura, yang memperkuat posisi perfilman regional di dunia.
  • Empat film pendek Indonesia yang mencuri perhatian di Cannes 2026 ialah Mothers Are Mothering, Annisa, Original Wound, dan Holy Crowd.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perfilman Indonesia kembali menunjukkan perkembangan positif di kancah internasional melalui keikutsertaan sejumlah film pendek Festival Film Cannes 2026. Ajang bergengsi tersebut menjadi ruang bagi sineas Tanah Air untuk memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan karya Indonesia kepada dunia.

Menariknya, beberapa proyek yang tampil juga melibatkan kolaborasi sineas Asia Tenggara, seperti Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Singapura. Kehadiran karya-karya tersebut menjadi bukti semakin kuatnya posisi sineas regional di panggung perfilman internasional.

Lantas, film pendek Indonesia apa sajakah yang tampil dalam Festival Film Cannes 2026? Melansir berbagai sumber, berikut deretan film pendeknya.

1. Mothers Are Mothering

Film pendek ini disutradarai oleh Li Shuen Lam dan Khozy Rizal, yang juga bertindak sebagai penulis. Mothers Are Mothering mengangkat kisah seorang perempuan yang terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan.

Di tengah luka dan tekanan hidupnya, ia kembali dipertemukan dengan mantan kekasihnya. Cerita tersebut menghadirkan konflik emosional tentang cinta, trauma, dan keberanian untuk keluar dari hubungan yang menyakitkan.

2. Annisa

Annisa menjadi karya penyutradaraan terbaru Reza Rahadian. Karya ini terpilih untuk dipresentasikan dalam program Next Step Studio Indonesia di Cannes Critics’ Week 2026.

Film ini mengikuti kehidupan Annisa, seorang penyandang disabilitas yang sering merasa terabaikan di lingkungan sekitarnya. Meski demikian, Annisa memiliki mimpi sederhana namun kuat.

Film ini juga menghadirkan perjalanan personal yang hangat tentang harapan. Dan juga penerimaan diri, dan perjuangan mengejar mimpi.

3. Original Wound

Film pendek ini disutradarai oleh Shelby Kho dan Sein Lyan Tun, serta dibintangi Omara Esteghlal dan Agnes Naomi. Original Wound mengangkat konflik keluarga yang penuh luka emosional.

Cerita berpusat pada kakak beradik yang terpaksa kembali hidup bersama setelah kematian sang ibu. Di balik hubungan yang renggang, keduanya harus menghadapi ingatan berbeda tentang kasih sayang dan kekerasan yang mereka alami semasa kecil.

Film ini mengeksplorasi bagaimana duka, tubuh, ritual. Serta trauma dapat terus membekas bahkan setelah seseorang tiada.

4. Holy Crowd

Film garapan Reza Fahriyansyah dan Ananth Subramaniam ini menghadirkan premis yang unik sekaligus mengganggu. Holy Crowd dibintangi Prilly Latuconsina sebagai Ratna, seorang perempuan yang tiba-tiba bangkit dari kematian.

Setelah hidup kembali dalam kondisi bisu dan terbungkus kain kafan, Ratna diyakini memiliki kemampuan menyembuhkan orang lain. Situasi tersebut memicu kekacauan ketika warga mulai berdatangan demi mencari mukjizat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....