Sutradara Ungkap Alasan Garap Film 'Nobody Loves Kay', Terpikat Kesamaan Nasib

  • 11 Mei 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bernardus Raka merasa kisah Kairi Rayosdelsol atau Kairi ONIC mirip dengan perjuangan pribadinya mengejar mimpi sebagai sutradara.
  • Produser Nick Musa menilai mimpi non-konvensional Gen Z masih sering diremehkan, film Nobody Loves Kay angkat kisah tersebut.
  • Film Nobody Loves Kay dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sutradara Bernardus Raka mengungkap alasan dirinya tertarik menggarap film Nobody Loves Kay tentang mimpi anak muda dari dunia esports. Menurutnya, kisah perjuangan sang karakter utama memiliki banyak kesamaan dengan pengalaman pribadinya saat mengejar cita-cita sebagai sutradara.

Raka mengatakan dirinya merasa terhubung dengan perjalanan hidup Kairi ONIC yang menjadi inspirasi film tersebut. Ia menyebut keduanya sama-sama memulai perjalanan tanpa fasilitas dan privilese besar.

“Pengalaman personalnya dia hampir sama dengan pengalaman saya. Kairi tidak punya handphone, sementara aku untuk mengejar mimpi sebagai sutradara nggak punya kamera dan nggak kuliah film,” ujar Raka dalam sesi press conference di XXI Senayan City, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Menurutnya, perbedaan keduanya hanya terletak pada perangkat yang digunakan untuk mengejar mimpi. Kairi berjuang lewat game dan handphone, sementara dirinya berusaha masuk ke dunia perfilman dengan keterbatasan alat dan pendidikan.

Raka mengatakan kesamaan pengalaman tersebut membuat film Nobody Loves Kay terasa sangat personal baginya. Ia juga menyebut banyak kru yang terlibat dalam produksi film memiliki pengalaman hidup serupa.

“Jadi, sebetulnya zero privilege yang dimiliki Kairi itu hampir sama dengan punya aku. Ini juga ternyata dialami oleh beberapa kru yang terlibat bekerja di film ini,” katanya.

Sementara itu, produser Nick Musa menilai generasi muda saat ini masih sering diremehkan karena memiliki mimpi yang dianggap tidak konvensional. Menurutnya, banyak anak muda sekarang bercita-cita menjadi streamer, YouTuber, hingga gamer profesional.

Ia mengatakan profesi-profesi tersebut dulu sering dianggap aneh oleh generasi sebelumnya. Namun kini, pekerjaan itu telah berkembang menjadi karier besar di berbagai negara.

“Tapi ternyata pekerjaan tersebut sudah menjadi karir di seluruh dunia. Jadi, kenapa kita mengangkat cerita itu? Karena kita pengen menyuarakan mimpi-mimpi tersebut,” ujar Nick.

Ia menambahkan perjuangan setiap generasi dalam mengejar mimpi memiliki tantangan berbeda. Karena itu, film Nobody Loves Kay diharapkan dapat menjadi suara bagi anak muda yang tengah berusaha membuktikan diri melalui jalan yang tidak biasa.

“Kita ingin menyuarakan bahwa memperjuangkan sebuah mimpi itu gak gampang. Untuk mencapai di titik ini itu gak gampang, maka itu penting sekali untuk sampai ke penonton nantinya,” ucapnya.

Nobody Loves Kay dibintangi Bima Azriel, Rey Bong, Joshia Frederico, Aurora Ribero, dan Melati Sesilia. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 4 Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....