Bima Azriel dan Kairi ONIC Ungkap Cerita di Balik Film 'Nobody Loves Kay'
- 05 Mei 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tentang mimpi, tekanan keluarga, dan pencarian jati diri generasi muda
- Bima Azriel kembali memerankan Kay setelah versi film pendek sebelumnya
- Karakter Kay digambarkan dari hobi game hingga bercita-cita jadi pro player
- Kisah terinspirasi dari perjalanan Kairi ONIC untuk memperkuat realisme
RRI.CO.ID, Jakarta – Film Nobody Loves Kay dijadwalkan tayang di bioskop mulai 4 Juni 2026. Film ini mengangkat kisah perjuangan anak muda dalam dunia e-sport profesional.
Acara perkenalan film digelar di Jakarta dengan menghadirkan pemain, tim produksi, dan perwakilan industri e-sport. Kegiatan ini juga dihadiri media yang menggali proses produksi dan cerita di balik film.
Pemeran utama, Bima Azriel, kembali memerankan karakter Kay setelah sebelumnya tampil dalam versi film pendek. Versi panjang film ini menghadirkan cerita yang lebih luas dan mendalam dibandingkan sebelumnya.
Bima menjelaskan bahwa keterlibatannya berlanjut setelah diskusi dengan tim kreatif usai produksi film pendek. Ia melihat potensi besar cerita untuk dikembangkan menjadi film panjang yang lebih detail.
Proses pendalaman karakter dilakukan melalui riset lebih panjang dan diskusi intens dengan sutradara serta tim penulis.
Hal ini membantu memperkuat emosi dan perjalanan karakter Kay dalam cerita.
"Berawal dulu dari film pendek. Terus aku merasa jalan ceritanya versi panjang hampir sama dengan film pendeknya. Cuman memang kalau di film panjangnya pasti lebih besar dan lebih detail juga gitu,” kata Bima Azriel, dalam Media Gathering Film Nobody Loves Kay di ONIC STF (Super Training Facility), Jakarta, Selasa 5 Mei 2026
Karakter Kay digambarkan sebagai remaja yang mencintai dunia game sejak awal sebagai hobi sederhana. Seiring waktu, ia menyadari bakatnya dan ingin menjadi pro player Mobile Legend.
Namun, perjalanan tersebut tidak mudah karena adanya tekanan dan ekspektasi dari orang tua terkait pendidikan akademik. Konflik ini menjadi salah satu inti cerita yang diangkat dalam film.
"Kalau aku melihatnya kenapa si Kai bisa jatuh cinta sama mimpinya untuk menjadi pro player, karena aku pun relate sama dia ketika dia hanya sekedar menjalani hobi. Kai dengan awalnya hanya sekedar hobi lalu dia menyadari dia punya talent, punya bakat disana, dengan itu dia ingin menjadi pro player Mobile Legends,” kata dia.
Disisi lain, Kairi ONIC yang turut memberikan perspektif dari dunia e-sport profesional. Kehadirannya memperkuat realisme cerita yang diangkat dalam film tersebut.
Kairi mengaku terkejut dan merasa spesial saat mengetahui kisahnya menjadi inspirasi dalam proyek film ini. Ia juga menilai cerita tersebut relevan dengan banyak orang yang sedang berjuang.
"Saya rasa banyak orang relate dengan cerita ini terutama dengan bagaimana Kairi memulai. Saya pikir hal yang sangat penting adalah bagi kalian dan bagi kita semua untuk percaya diri sendiri Itulah caranya kalian bisa mengikuti impian kalian,” ungkapnya
Film ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk berani mengejar mimpi meski menghadapi banyak hambatan. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya keyakinan diri dan konsistensi dalam berjuang. (Sarah Maulida Ali)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....