Wamen Ekraf Ajak Anak Indonesia Berani Wujudkan Mimpi lewat Film Na Willa

  • 06 Mei 2026 11:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Irene Umar menegaskan film seperti Na Willa tidak hanya bernilai ekonomi, tapi juga penting sebagai sarana pembentukan karakter anak.
  • Pemutaran bersama ini menekankan pentingnya akses konten kreatif yang sehat, inklusif, dan edukatif bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wamen Ekraf, Irene Umar, menghadiri pemutaran film Na Willa bersama Sekolah Rakyat Kartini dan Yayasan Rumah Ceria Setu. Acara ini bertempat di Metropole, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

“Kami ingin memastikan bahwa industri perfilman kita tidak hanya tumbuh secara ekonomi. Tetapi juga mampu menjadi sarana pembentukan karakter bangsa bagi anak-anak Indonesia,” ujar Irene Umar.

Selain itu, Irene juga berdialog langsung dengan anak-anak untuk memahami cara pandang mereka terhadap konten kreatif lokal. Kedatangannya dinilai memastikan distribusi konten kreatif dapat menjangkau anak-anak dari beragam latar belakang.

Melalui Na Willa, tambahnya, penonton belajar melihat dunia dari kacamata anak-anak dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. “Mari dukung karya lokal yang memberi ruang bagi anak Indonesia untuk berani bermimpi, berkreasi, dan berinovasi," kata Irene.

Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan menyebut, Na Willa adalah tontonan ramah anak dan penuh nilai moral. “Kehadiran pemerintah penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan konten yang sehat, aman, dan menginspirasi tumbuh kembang,” ungkapnya.

Agenda nonton bareng Na Willa diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Pihaknya berkolaborasi dengan Waroeng Imaji, Yayasan Pembina Karakter dan Seni Anak Rusun.

"Semoga acara ini rutin hadir untuk menginspirasi adik-adik dalam membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai baik melalui film," ujar Ketua Yayasan Waroeng Imaji, Dovieke Angsana. Na Willa sendiri mengisahkan petualangan imajinatif seorang gadis kecil berusia enam tahun di Surabaya pada era 1960-an.

Film ini juga disajikan dari sudut pandang anak yang polos namun sarat imajinasi. Na Willa juga dinilai berperan sebagai medium penguatan literasi sekaligus ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....