Next Step Studio Indonesia Hadir Usai Proses 2 Tahun, Kolaborasi Jadi Kunci

  • 05 Mei 2026 16:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dibutuhkan waktu dua tahun untuk menghadirkan program Next Step Studio di Indonesia, di mana pemilihan delapan sutradara didasarkan pada rekam jejak artistik.
  • Kolaborasi dimulai melalui interaksi daring untuk menyatukan visi, yang kemudian dipermudah oleh adanya kesamaan budaya di Asia Tenggara sehingga proses kreatif dari penulisan naskah hingga syuting di Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Produser Yulia Evina Bhara mengungkapkan proses panjang dibalik keterlibatan sineas Indonesia dalam program Next Step Studio Indonesia. Ia menyebut, dibutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk meyakinkan agar program internasional tersebut bisa hadir di Indonesia.

Menurut Yulia, program Next Step Studio sebelumnya telah berjalan selama satu dekade di bawah naungan Directors' Fortnight. Ia kemudian mendorong agar Indonesia menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan, melihat besarnya potensi talenta dan cerita dari kawasan Asia Tenggara.

“Setelah dua tahun, akhirnya program ini bisa hadir di Indonesia. Ini karena kita melihat banyak sekali talenta dan potensi cerita di sini, talent-talent atau sutradara muda baru yang ada di Indonesia dan Asia Tenggara,” ujarnya di Institut Français Indonesia, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pemilihan delapan sutradara, empat dari Indonesia dan empat dari Asia Tenggara, didasarkan pada rekam jejak artistik. Para sineas yang terlibat umumnya baru menggarap film panjang pertama atau kedua.

Namun, Yulia menegaskan bahwa faktor utama bukan hanya soal talenta. Kemampuan untuk berkolaborasi menjadi kunci utama dalam program ini.

“Paling penting adalah sutradara ini harus bisa dan mau berkolaborasi. Ini kan juga sesuatu yang mungkin sulit karena mereka semua kreator, mereka semuanya memiliki ide-ide yang selalu dilakukan sendiri,” katanya.

Seluruh proses produksi dilakukan secara kolaboratif sejak tahap awal. Mulai dari pengembangan ide, penulisan naskah, pemilihan pemain, hingga proses syuting yang berlangsung di Jakarta.

“Di sini mereka harus bekerjasama sejak awal dari scratch. Jadi mereka menginisiasi idenya bersama-sama, berkolaborasi meninggalkan ego pribadi,” ucap Yulia.

Sementara itu, produser Amerta Kusuma mengatakan proses kolaborasi lintas negara dimulai sejak tahun lalu. Para sutradara terlebih dahulu berinteraksi secara daring sebelum akhirnya mengembangkan ide bersama.

“Kita ngobrol dulu lewat pertemuan online, ketemu, lalu bicara dan ngobrol. Ngobrol mulai dari ini suka nonton film apa, lalu kira-kira punya ide seperti apa dan akhirnya mereka berproses untuk bikin satu naskah,” katanya.

Ia menambahkan, kesamaan budaya di Asia Tenggara turut mempermudah proses kreatif. Hal ini membantu para sineas dalam menyatukan visi dan membangun cerita bersama.

Menurut Amerta, setelah naskah terbentuk, proses produksi berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti. Kolaborasi yang terbangun sejak awal menjadi fondasi utama kelancaran produksi.

Yulia juga menyoroti semangat gotong royong dalam mewujudkan program ini. Ia menyebut keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting keberhasilan Next Step Studio Indonesia.

“Dukungan datang dari pemerintah, lembaga internasional, hingga pelaku industri film dalam negeri. Kolaborasi ini dinilai menjadi bukti kuatnya ekosistem perfilman Indonesia,” katanya.

Program Next Step Studio Indonesia menjadi ajang kolaborasi lintas negara yang mempertemukan sineas dari berbagai latar belakang. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi talenta Indonesia di industri film global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....