Sinopsis ‘The King’s Warden’, Film Terlaris Korea Tayang di Bioskop

  • 15 Apr 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 'The King’s Warden' adalah film drama sejarah Korea Selatan tahun 2026 yang disutradarai Jang Hang-jun dan dibintangi Yoo Hae-jin, Park Ji-hoon, Yoo Ji-tae, serta Jeon Mi-do.
  • Film ini mengangkat kisah tragis Raja Danjong yang digulingkan oleh pamannya dan diasingkan ke desa terpencil, di mana ia mengalami tekanan psikologis dan upaya penghilangan politik.
  • Dalam pengasingan, Raja Danjong mulai berinteraksi dengan warga desa dan terlibat dinamika pemberontakan yang memicu konflik politik antara pendukungnya dan kekuasaan kerajaan.

RRI.CO.ID, Jakarta — ‘The King’s Warden’ merupakan film drama sejarah Korea Selatan tahun 2026 yang disutradarai oleh Jang Hang-jun. Film ini dibintangi oleh Yoo Hae-jin, Park Ji-hoon, Yoo Ji-tae, dan Jeon Mi-do, dilansir dari Asian Wiki, Rabu, 15 April 2026.

Film ini mengangkat kisah tragis Raja Danjong dalam masa pengasingannya pada tahun 1457. Film ini berfokus pada kehidupan pribadi dan tekanan psikologis yang dialami Raja Danjong setelah digulingkan dari takhta.

Raja Danjong digulingkan dari takhtanya oleh pamannya sendiri, Pangeran Agung Suyang. Setelah diturunkan menjadi Pangeran Nosan, ia diasingkan ke sebuah desa terpencil sebagai bagian dari upaya politik untuk menyingkirkannya secara permanen.

Pejabat berpengaruh bernama Han Myŏnghoe mengirim Nosan ke desa terpencil Cheongnyeongpo dengan harapan ia akan mengakhiri hidupnya sendiri. Desa tersebut dipimpin oleh Eom Heung-do, seorang kepala desa dari wilayah miskin yang kemudian menerima kedatangan sang mantan raja.

Kehidupan Nosan di pengasingan awalnya penuh tekanan dan kesepian. Ia mengalami trauma akibat eksekusi para pejabat setianya, hingga sempat mencoba bunuh diri sebelum akhirnya diselamatkan oleh Heung-do.

Perlahan, hubungan antara Nosan dan warga desa mulai terbentuk. Kehadiran Nosan di desa tersebut juga memunculkan dinamika baru ketika Pangeran Agung Kumsong diam-diam menghubunginya.

Ia ingin merencanakan pemberontakan guna mengembalikan Nosan ke takhtanya. Di tengah konflik politik tersebut, Nosan mulai menemukan kembali makna hidup melalui interaksinya dengan warga desa.

Ketegangan meningkat ketika rencana pemberontakan diketahui oleh Han Myŏnghoe, yang kemudian mengambil tindakan keras terhadap siapa pun yang terlibat. Situasi ini menyebabkan konflik antara kekuasaan kerajaan dan kelompok pendukung Nosan semakin tidak terkendali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....