Sinopsis ‘Lee Cronin’s The Mummy’, Teror Keluarga dalam Nuansa Horor Gelap

  • 15 Apr 2026 15:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Disutradarai oleh Lee Cronin (Evil Dead Rise), film ini memberikan pendekatan baru pada kisah klasik The Mummy dengan fokus pada trauma keluarga dan teror psikologis yang lebih intens dan emosional.
  • Cerita berpusat pada kembalinya seorang anak yang hilang selama delapan tahun di dalam sebuah sarkofagus kuno; kepulangannya justru membawa kekuatan kuno mengerikan yang merasuki tubuhnya dan meneror keluarganya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Film Lee Cronin’s The Mummy resmi tayang hari ini, Rabu 15 April 2026. Film ini menghadirkan interpretasi baru yang lebih gelap dari kisah klasik The Mummy dengan pendekatan horor yang intens.

Setelah sukses besar lewat Evil Dead Rise, sutradara sekaligus penulis Lee Cronin kembali menggarap proyek horor ikonik. Kali ini, ia menghadirkan cerita yang berfokus pada trauma keluarga dan teror supranatural yang lebih personal.

Diproduksi oleh James Wan, Jason Blum, dan John Keville, film ini berada di bawah naungan Warner Bros. Pictures. Lee Cronin juga bertindak sebagai penulis sekaligus sutradara dalam proyek ini.

Film ini dibintangi oleh Jack Reynor sebagai Charlie Cannon, Laia Costa sebagai Larissa Charlie Cannon dan May Calamawy sebagai Detektiv Dalia. Hadir juga Natalie Grace, Veronica Falcon, Shylo Molina, serta Billie Roy.

Sinopsis

Cerita mengikuti seorang jurnalis bernama Charlie Cannon yang hidup bersama keluarganya. Kehidupan mereka berubah drastis ketika putri mereka, Katie, menghilang secara misterius di padang pasir tanpa meninggalkan jejak.

Kehilangan tersebut menghancurkan keluarga dan meninggalkan luka mendalam selama bertahun-tahun. Mereka harus hidup dengan ketidakpastian tentang nasib sang anak yang tak kunjung ditemukan.

Delapan tahun kemudian, kejadian mengejutkan terjadi ketika Katie ditemukan kembali dalam kondisi hidup. Namun, ia ditemukan di dalam sebuah sarkofagus kuno, terbungkus seperti mumi, yang membuat situasi menjadi semakin ganjil.

Alih-alih menjadi momen bahagia, kepulangan Katie justru berubah menjadi mimpi buruk. Ia tidak lagi sama seperti sebelumnya dan menunjukkan perubahan perilaku yang mengerikan.

Keluarga tersebut mulai menyadari bahwa Katie kemungkinan telah terhubung dengan kekuatan kuno yang misterius. Kehadirannya justru memicu rangkaian kejadian supranatural yang semakin intens dan berbahaya.

Teror yang muncul tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyerang kondisi psikologis keluarga. Mereka harus menghadapi kenyataan bahwa sosok yang kembali mungkin bukan lagi anak yang mereka kenal.

Film ini menampilkan konsep “mumi” yang berbeda dari versi sebelumnya. Sosok tersebut digambarkan sebagai entitas yang merasuki tubuh manusia, sehingga ancamannya terasa lebih dekat.

Lee Cronin’s The Mummy menawarkan pengalaman horor berbeda dari versi klasiknya. Sekaligus memberikan atmosfer teror yang lebih emosional dan menghantui.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....