Ketahui Keutamaan Puasa Syawal setelah Hari Raya Idulfitri
- 22 Mar 2026 12:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal mulai 2 Syawal setelah Idulfitri.
- Puasa Syawal memiliki keutamaan pahala seperti berpuasa selama satu tahun berdasarkan hadis riwayat Muslim.
- Pelaksanaannya dapat dilakukan berturut-turut atau terpisah, termasuk digabung dengan puasa sunnah lain seperti Senin-Kamis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Umat Islam dianjurkan menyambung ibadah Ramadan dengan melaksanakan amalan sunnah enam hari pada bulan Syawal. Amalan mulia ini dapat dilakukan segera setelah hari raya Idulfitri tepatnya mulai tanggal 2 Syawal.
Melansir dari NU Online, idealnya puasa Syawal dilaksanakan enam hari berturut-turut persis setelah hari raya Idulfitri. Umat Islam dapat mengamalkan ibadah ini mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal secara berurutan.
Seseorang yang melaksanakan puasa Ramadan lalu menyambungnya dengan enam hari Syawal akan mendapat pahala setahun. Keutamaan besar tersebut merujuk pada hadis sahih mengenai ganjaran ibadah yang sangat luar biasa ini.
Rasulullah SAW bersabda
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ. Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)
Namun para ulama berpendapat bahwa puasa Syawal juga dapat dikerjakan secara terpisah atau tidak berurutan. Masyarakat diperbolehkan memilih waktu yang sesuai dengan kenyamanan dan kesempatan masing-masing selama masih bulan Syawal.
Seseorang dapat melaksanakan puasa ini pada setiap hari Senin dan Kamis untuk mengumpulkan pahala melimpah. Pilihan lainnya adalah menggabungkan amalan ini dengan puasa ayyamul bidl pada pertengahan bulan hijriah nanti.
Keutamaan puasa Syawal tetap akan didapatkan meskipun niatnya dibarengi dengan ibadah puasa sunnah rutin lainnya. Tujuan utama dari perintah ini adalah pelaksanaan puasanya itu sendiri tanpa memandang variasi niat sunnahnya.
Tata cara puasa Syawal sama dengan puasa pada umumnya yaitu menahan diri sejak fajar hingga magrib. Pelaku ibadah wajib menjauhi makan serta minum serta hal yang membatalkan puasa selama satu hari.
Niat puasa sunnah ini sebaiknya dibaca pada malam hari sebelum memulai ibadah pada keesokan harinya. Seseorang harus memiliki tekad yang kuat karena Allah Ta'ala saat akan memulai prosesi ibadah sunnah.
Lafal niat pada malam hari adalah Nawaitu shauma ghadin an ada i sunnatis Syawwali lillahi ta ala. Kalimat ini memiliki arti saya berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala.
Lafal niat pada siang hari adalah Nawaitu shauma hadzal yaumi an ada i sunnatisy Syawwali lillahi ta ala. Kalimat tersebut berarti saya berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta'ala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....