Tayang 18 Maret, Ini Fakta-Fakta Menarik Film 'Pelangi di Mars'
- 18 Mar 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 'Pelangi di Mars' merupakan film bergenre fiksi ilmiah atau sci-fi
- 'Pelangi di Mars' disebut sebagai salah satu pionir genre fiksi ilmiah di perfilman Indonesia
- Film ini menggunakan teknologi Extended Reality (XR), menggabungkan live action dengan 3D
RRI.CO.ID, Jakarta - Film 'Pelangi di Mars' resmi tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran. Film ini langsung mencuri perhatian karena membawa genre fiksi ilmiah bertema keluarga yang masih jarang di Indonesia.
'Pelangi di Mars' bukan sekadar film petualangan luar angkasa biasa. Film ini mencoba menghadirkan kombinasi antara sajian cerita keluarga yang hangat dibalut dengan penggambaran yang pakai teknologi canggih.
Proyek film ini tentunya jadi sesuatu yang baru dan fresh di dunia perfilman animasi Indonesia. Yuk, intip fakta-fakta menarik film 'Pelangi di Mars' ini!
1. Berkisah Tentang Anak Indonesia Pertama yang Lahir di Mars
Cerita film ini berpusat pada karakter Pelangi, seorang gadis yang menjadi manusia pertama yang lahir dan besar di Planet Mars. Ia hidup di masa depan saat Bumi dilanda krisis air parah.
Dalam kondisi itu, Pelangi harus menjalani misi besar demi menyelamatkan umat manusia. Ia mencari mineral langka yang diyakini bisa jadi solusi krisis air di Bumi.
2. Petualangan Seru Bareng Robot
Yang bikin unik, Pelangi tidak sendirian. Ia ditemani robot-robot cerdas dengan karakter unik yang jadi sahabat sekaligus partner dalam misinya.
Interaksi manusia dan robot ini jadi salah satu kekuatan cerita. Karena menghadirkan sisi emosional sekaligus futuristik.
3. Latar Masa Depan dengan Isu yang Relate
Film ini mengambil setting sekitar tahun 2100, saat krisis air bersih jadi ancaman global. Konflik makin kuat dengan hadirnya korporasi yang memonopoli sumber daya air.
Meski bergenre fiksi ilmiah atau sci-fi, isu yang diangkat tetap terasa dekat dengan kondisi dunia saat ini. Terutama soal lingkungan.
4. Gabungan Live Action dan Teknologi Canggih
Salah satu hal paling mencolok dari film ini adalah penggunaan teknologi Extended Reality (XR). Teknik ini menggabungkan live action dengan dunia virtual 3D.
Hasilnya, visual Mars terlihat lebih imajinatif dan mendekati standar film Hollywood.
5. Disebut Pionir Sci-Fi Keluarga Indonesia
Film ini disebut sebagai salah satu pionir genre fiksi ilmiah keluarga di perfilman Indonesia. Konsepnya menggabungkan petualangan luar angkasa dengan drama keluarga yang hangat.
Jadi bukan cuma soal teknologi, tapi juga hubungan manusia, harapan, dan keberanian. Sebuah inovasi yang unik dan fantastis untuk perkembangan perfilman tanah air.
6. Dibintangi Aktor Lintas Generasi
Film ini menghadirkan banyak nama-nama populer. Meliputi Lutesha, Rio Dewanto, hingga Livy Renata dan karakter utama Pelangi oleh aktris muda Messi Gusti.
7. Produksi Ambisius dan Butuh Waktu Panjang
Film ini digarap oleh sutradara Upie Guava dan disebut sebagai proyek besar dengan ratusan tenaga kreatif.
Proses produksinya dikabarkan memakan waktu bertahun-tahun, termasuk riset dan pengembangan teknologi visualnya agar maksimal.
8. Bukan Sekadar Sci-Fi, Tapi Penuh Pesan
Di balik visual futuristik, film ini membawa pesan tentang harapan, keberanian, dan kerja sama. Karakter Pelangi digambarkan sebagai simbol masa depan dan optimisme.
Film ini juga menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam, terutama air, sebagai kunci keberlangsungan hidup manusia. Jadi, ini bukan sembarang film fiksi ilmiah, tapi penuh pesan moral dan makna didalamnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....