Mengenal ‘Tahuri’ Alat Musik Tradisional Khas Maluku
- 10 Feb 2026 14:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tahuri merupakan alat musik tradisional khas Maluku yang dikenal unik karena bentuknya menyerupai kerang dan bunyinya sangat nyaring. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditiup dan telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pesisir Maluku.
Dilansir dari laman Indonesia Kaya, tahuri berkembang di tengah masyarakat Maluku yang bermukim di wilayah pesisir pantai. Kesenian tahuri mulai dikenal luas sekitar tahun 1958 dengan mengkombinasikan beberapa alat musik tradisional Maluku lainnya.
Pada masa lalu, tahuri digunakan sebagai sarana komunikasi untuk memanggil warga atau kepala adat agar berkumpul. Masyarakat setempat biasanya berkumpul di balai pertemuan adat yang dikenal dengan sebutan baileo.
Setiap jumlah tiupan tahuri memiliki arti tertentu yang dipahami bersama oleh masyarakat Maluku. Sebagai contoh, satu kali tiupan menandakan adanya warga yang meninggal dunia di lingkungan tersebut.
Selain berfungsi sebagai alat pemanggil, tahuri juga dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional seperti Tari Cakalele. Dalam pertunjukan, tahuri biasanya dimainkan bersama alat musik lain membentuk orkestra yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Tahuri memiliki keunikan dari ukuran kerangnya yang memengaruhi tinggi rendah bunyi yang dihasilkan. Kerang berukuran kecil menghasilkan suara lebih nyaring, sedangkan kerang besar menghasilkan bunyi lebih rendah.
Pembuatan tahuri dilakukan dengan melubangi kerang menggunakan bor kemudian menyesuaikan nada melalui tiupan berulang. Selain di Maluku, tahuri juga dikenal di Kabupaten Biak Papua sebagai alat pemanggil dan pengiring tarian tradisional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....