Luis Fabini Ceritakan Awal Mula Proyek Fotografi Gaucho Uruguay

  • 11 Jun 2026 10:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Krisis pribadi mendorong Luis Fabini meninggalkan karier fotografi komersial dan menempuh perjalanan spiritual melalui meditasi biksu Zen.
  • Pengalaman bersama guru Zen membantunya menemukan identitas artistik yang kemudian melahirkan proyek fotografi dokumenter pertamanya.
  • Kenangan masa kecil bersama komunitas gaucho menginspirasi Fabini kembali ke Uruguay untuk mendokumentasikan budaya yang dianggap simbol kebebasan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Fotografer asal Uruguay, Luis Fabini mengungkapkan perjalanan hidup yang mengubah arah karier dan pandangan hidupnya. Perubahan tersebut bermula ketika dirinya menghadapi krisis pribadi yang terjadi dalam waktu relatif singkat.

Sebelum menekuni proyek fotografi dokumenter, ia bekerja sebagai fotografer komersial di bidang fesyen dan periklanan. Ia juga pernah menjalani profesi sebagai pemandu pendakian di berbagai wilayah Amerika Latin selama bertahun-tahun.

"Pada masa itu saya merasa tidak lagi nyaman dengan pekerjaan yang dijalani meskipun memberikan penghasilan cukup. Dalam waktu singkat saya kehilangan ayah, meninggalkan pekerjaan, dan mengalami krisis pribadi yang sangat mendalam," katanya dalam dialog Luis Fabini: Behind Gauchos via daring, Rabu malam, 10 Juni 2026.

Kondisi tersebut mendorongnya mencari makna baru dalam kehidupan melalui perjalanan spiritual yang lebih mendalam. Pertemuannya dengan guru Zen asal Jepang menjadi titik penting yang mengubah arah kehidupannya.

Ia kemudian menjalani praktik meditasi Zen secara intensif selama berbulan-bulan di lingkungan biara. Aktivitas tersebut dilakukan dengan duduk diam menghadap dinding dalam waktu panjang setiap harinya.

"Pada awalnya meditasi menjadi pengalaman yang sangat sulit karena saya harus menghadapi diri sendiri sepenuhnya. Namun perlahan saya mulai menerima keadaan diri dan memahami suara hati yang selama ini terabaikan," ucapnya.

Pengalaman spiritual tersebut menginspirasi Fabini memulai proyek fotografi personal pertamanya sebagai seorang seniman. Ia mendokumentasikan kehidupan bersama guru Zen yang menjadi pembimbingnya selama proses pencarian makna hidup.

Dua gaucho sedang mengendalikan ternak saat mengikuti aktivitas peternakan tradisional di Uruguay. (Foto: Instagram/@luisfabini)

Menurutnya, proyek tersebut membantunya menemukan identitas artistik yang selama ini belum sepenuhnya dipahami. Selama tiga tahun, ia menghasilkan karya dokumenter yang merekam perjalanan spiritual dan keseharian gurunya.

"Melalui proyek tersebut saya merasa semakin dekat dengan identitas serta suara kreatif sebagai seorang seniman. Pengalaman itu membuka jalan untuk memahami jenis karya yang benar-benar ingin saya hadirkan kepada publik," katanya.

Setelah menyelesaikan proyek tersebut, ia mulai memikirkan tema yang memiliki hubungan erat dengan pengalaman pribadinya. Ia kemudian teringat masa kecil yang dihabiskan bersama komunitas gaucho di pedesaan Uruguay.

Kenangan tentang api unggun, kuda, dan kehidupan alam terbuka membangkitkan keinginannya untuk kembali menelusuri akar budaya. Baginya, sosok gaucho merepresentasikan kebebasan dan hubungan yang kuat dengan alam.

"Kenangan masa kecil bersama para gaucho selalu tersimpan kuat dan terus kembali dalam berbagai perenungan. Saya melihat semangat kebebasan dalam kehidupan mereka sehingga terdorong mendokumentasikan keberadaannya kembali," ujarnya.

Dorongan tersebut membawanya pulang ke Uruguay untuk memulai proyek fotografi yang berfokus pada kehidupan gaucho. Melalui karya itu, ia berupaya merekam jejak budaya yang masih bertahan di tengah perubahan zaman.

Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Christina Gonzales menyoroti pertukaran budaya antara Indonesia dengan Uruguay. Baginya, pertukaran budaya mampu membuka ruang dialog yang lebih luas antara masyarakat Indonesia dan Uruguay.

Melalui kegiatan seni, kedua negara dapat saling mengenal nilai, tradisi, serta identitas masing-masing lebih mendalam. Menurutnya, hubungan bilateral yang kuat tidak hanya bertumpu pada kerja sama perdagangan maupun politik semata.

"Kami ingin memperkuat hubungan kedua negara tidak hanya melalui perdagangan dan kerja sama politik semata. Hubungan budaya dan interaksi antarmasyarakat juga menjadi bagian penting dalam mempererat kemitraan kedua negara," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....