Hidupkan Pahlawan Perempuan Nusantara lewat ‘Monoplay Melati Pertiwi’
- 25 Nov 2025 17:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Keana Production menghadirkan ‘Monoplay Melati Pertiwi: Merajut Sejarah Perjalanan Bangsa’ sebagai bagian dari persembahan Hari Kemerdekaan RI ke-80, Selasa (25/11/2025). Pertunjukan ini bertujuan untuk menyoroti kisah heroik enam pahlawan perempuan Indonesia dan perjuangan mereka yang sering tak terungkap.
Pertunjukan ini mengangkat kisah enam pahlawan perempuan, yakni S.K. Trimurti, Nyi Ageng Serang, Ratu Kalinyamat, Rasuna Said, Christina Martha Tiahahu, dan Laksamana Malahayati. Kisah mereka saling terkait, membentuk narasi besar tentang keberanian, ketangguhan, dan pengorbanan perempuan dalam sejarah bangsa.
Salah satu aktornya, yaitu Isyana Sarasvati yang memerankan S.K. Trimurti, mengaku pelafalan bahasa Jawa tidak sulit karena terbiasa. Fokus utama Isyana adalah menghafal naskah dan meresapi karakter setiap tokoh secara alami dan tepat.
“Jadi kalau untuk pelafalan, sepertinya nggak terlalu ada banyak isu ya. Tapi ya lebih ke menghafalnya, itu aja dan meresapi karakter dari masing-masing dari diri kita,” ujarnya di Gedung Kesenian Jakarta, usai melakukan show untuk media ‘Monoplay Melati Pertiwi: Merajut Sejarah Perjalanan Bangsa’, Selasa (25/11/2025).
Isyana Sarasvati menjelaskan, ia mencoba memahami karakter S.K. Trimurti dengan menambah wawasan dari berbagai sumber. Ia mempelajari nada, logat, dan kelakar tokoh melalui literatur Jawa Tengah dan pengalaman pribadi di Bandung.
Proses ini membantunya menyesuaikan skrip dan menghidupkan karakter secara lebih autentik. Ia merasa senang karena memperoleh banyak referensi untuk memperdalam penghayatan tokoh S.K. Trimurti.
Di sisi lain, pemeran pahlawan Rasuna Said, Tika Bravani, mengaku menikmati seluruh proses latihan sejak awal hingga akhir. Ia hanya menyesuaikan dialek Minang sedikit karena memang memiliki latar belakang suku Minang dan belajar dengan beberapa sepupunya.
“Sebenarnya saya nggak terlalu mengalami kesulitan karena saya memang menikmati semua prosesnya dari awal sampai akhir pentas sekarang. Tapi untuk dialek, juga H-2 itu baru disuruh tambahin sedikit Minang nya, untung memang saya darah Minang,”katanya.
Tantangan terbesar bagi Tika justru terkait kesehatannya. Ia sempat bolak-balik rumah sakit dan harus diinfus, sementara anaknya juga sempat dirawat di masa ia harus pergi berlatih.
Selain itu, salah satu aktris, Glory Hillary, yang memerankan Christina Martha Tiahahu, mengaku sudah mengenal sosok tokoh sejak lama. Ia menilai pengalaman mendalami karakter Christina Tiahahu menjadi lebih mudah karena sudah terbiasa dengan cerita dan kisah hidupnya.
“Memang dari dulu udah tau sama Sosok Christina Tiahahu. Jadi sebenarnya untuk pendalaman karakternya karena aku sudah terbiasa dengan semua cerita-cerita Christina Tiahahu lebih gampang sih untuk mendalami sosoknya,”ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....