Dibalut Komedi, Film 'Agensi Rumah Tangga' Ajak Penonton Lebih Menghargai ART
- 05 Agt 2026 23:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film 'Agensi Rumah Tangga' menghadirkan narasi yang mengajak penonton untuk lebih menghargai peran dan kontribusi asisten rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari.
- Film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel yang kemudian divisualisasikan ke layar lebar dengan menggabungkan elemen drama dan komedi.
- Konsep film menggabungkan cerita yang hangat dan relatable dengan hiburan, menciptakan pengalaman menonton yang bernilai sosial sekaligus menghibur.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film 'Agensi Rumah Tangga' mengangkat kisah hangat yang mengajak penonton lebih menghargai asisten rumah tangga (ART). Meski begitu, film yang diadaptasi dari novel ini dibalut drama dan komedi yang siap membuat penonton terhibur.
"Berdasarkan dari pemahaman saya terhadap buku dan tentang ART dan dunianya, saya merasa bahwa ini film penting. Walaupun kita mengemasnya dengan sangat ringan banyak unsur komedi," ucap Sutradara Naya Anindita saat press conference film 'Agensi Rumah Tangga' di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Naya menghadirkan cerita yang berangkat dari realitas kehidupan perempuan pekerja dengan latar belakang berbeda. Film tersebut menyoroti perjuangan mereka mencari kehidupan lebih baik sekaligus memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga masing-masing.
"Ketika menyutradarai film ini, saya melihat bagaimana seorang pekerja yang menitipkan anaknya ke ART, yang juga meninggalkan anaknya. Jadi sebenernya ART, PNS, pekerja kantoran, startup, ya sama-sama pekerja," ucapnya.
Naya menilai selama ini banyak orang memandang ART sekadar pelengkap dalam rumah tangga, bukan sebagai pekerja profesional. Padahal, ART memiliki tanggung jawab, hak, dan pengorbanan yang tidak berbeda dengan pekerja kantoran maupun profesi lainnya.
Menurutnya, pengalaman riset membuka pandangan mengenai berbagai tantangan yang masih dihadapi para pekerja rumah tangga setiap hari. Mulai dari tempat tinggal yang kurang layak hingga terbatasnya ruang bagi mereka untuk menyampaikan hak sebagai pekerja.
Melalui film tersebut, Naya juga menggambarkan bahwa tuntutan terhadap ART seringkali lebih besar dibandingkan memperjuangkan hak. Ia berharap cerita yang dikemas ringan dapat memicu diskusi mengenai perlakuan yang lebih adil terhadap ART di Indonesia.
Pemeran utama Enzy Storia mengaku semakin memahami perjuangan ART setelah mendalami karakter dalam film tersebut. Pengalaman itu membuatnya semakin menghargai kerja keras para ART yang turut menghidupi keluarga sambil bekerja untuk keluarga lain.
"Kadang-kadang kita menganggap mereka cuma pekerja aja di rumah, padahal mereka juga manusia yang punya hak. Mereka bekerja untuk kita dan punya keluarga yang mereka mau hidupkan juga," kata Enzy dalam kesempatan yang sama.
Film garapan Starvision Plus ini diproduseri oleh Chand Parwez dan ditulis oleh Almira Bastari dan Upi. Film tersebut dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 10 September 2026. (Shafa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....