Tepak Melayu, Simbol Budaya dan Adat Melayu

  • 08 Jul 2025 19:16 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Program siaran berjaringan 'Obrolan Budaya Nusantara' di Pro4 RRI pada Selasa,(08/07/2025) menggusung topik bahasan menarik, yakni seputar "Tepak Melayu" yang sarat akan makna dan filosofi.

Dipandu Kiki Koswara dari RRI Medan dan Jo Adithya dari RRI Jakarta, obrolan ini menghadirkan seorang narasumber Penggiat Budaya Melayu Drs. Datuk Chairul Anwar.

"Dalam kesempatan ini saya mengajak para pendengar RRI untuk bisa menyelami filosofi mendalam dari Tepak Melayu. Tepak itu bukan sekadar benda, tapi sarat makna,” kata Datuk Chairul, saat membuka obrolan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa tepak adalah wadah adat berisi sirih lengkap yang biasa digunakan dalam berbagai prosesi adat seperti penyambutan tamu, pernikahan, atau pelantikan. Lebih dari sekadar alat, tepak menjadi simbol penghormatan, kesantunan, dan itikad baik masyarakat Melayu.

Dalam adat, Tepak Melayu biasanya dibawa oleh tokoh adat atau sesepuh keluarga. Pemberian sirih lewat tepak bukan hanya formalitas, tetapi bentuk komunikasi budaya—cara menyampaikan niat baik dan rasa hormat.

“Saat orang Melayu menyuguhkan sirih lewat tepak, di situlah mereka bicara dengan adab,” jelasnya.

Tepak biasa digunakan di berbagai wilayah Melayu seperti Sumatera, Riau dan Kepulauan Riau. Fungsinya bukan hanya untuk acara adat, tetapi juga dalam penyambutan tamu penting.

“Kalau ada tamu dari luar daerah, tepak menjadi lambang bahwa orang Melayu sangat menjunjung tinggi nilai menghormati tamu,” ungkap Datuk Chairul.

Pelestarian Tepak Melayu dilakukan lewat pendidikan, pertunjukan budaya, hingga regenerasi nilai adat kepada generasi muda. “Selama adat masih dijunjung, tepak tak akan punah,” tutupnya. Tepak bukan hanya warisan fisik, tapi juga warisan nilai—yang tetap hidup sepanjang kita menjaganya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....