BPBD Kota Gunungsitoli Tingkatkan Resiliensi Kader Posyandu Hadapi Bencana
- 16 Sep 2026 15:36 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Sosial Kota Gunungsitoli serta Pemerintah Desa Siwalubanua II Kecamatan Gunungsitoli Idanoi melaksanakan kegiatan sosialisasi penguatan resiliensi kader Posyandu dalam menghadapi bencana, Selasa 15 September 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Monitoring dan Evaluasi Persiapan Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar kader Posyandu dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi bencana atau keadaan darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Gunungsitoli, Adiman Perwira Harefa sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan penguatan resiliensi kader posyandu agar mampu memahami risiko bencana, menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan, serta berperan aktif dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
Puluhan kader Posyandu mengikuti kegiatan dengan antusias dalam suasana yang interaktif. Selain menyimak materi, para peserta juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai upaya penanganan situasi darurat di lingkungan masing-masing.
Dalam pemaparannya, Kepala BPBD Kota Gunungsitoli menekankan bahwa kader Posyandu memiliki peran penting di tengah masyarakat. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana.

Kader Posyandu dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat serta menjadi salah satu penghubung informasi antara masyarakat dan pihak terkait ketika terjadi situasi darurat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kader Posyandu memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, sehingga mampu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat serta turut berperan aktif dalam penanganan awal ketika terjadi bencana,” kata Adiman.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan lima kekuatan kader Posyandu yang tangguh dalam menghadapi bencana yakni
1. Memahami risiko bencana dan cara menghadapinya.
2. Memiliki rencana kesiapsiagaan serta mengetahui jalur evakuasi.
3. Mampu menyampaikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Mampu bekerja sama dengan keluarga, masyarakat, dan petugas terkait.
5. Mampu beradaptasi, bangkit, dan memulihkan kondisi setelah terjadi bencana.
Selain memberikan edukasi, BPBD Kota Gunungsitoli juga membagikan brosur Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kebencanaan kepada para peserta. Brosur tersebut diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi kader dalam menyampaikan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas dan kesiapsiagaan kader Posyandu semakin meningkat. Dengan demikian, kader Posyandu dapat turut mendukung upaya Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....