Menjadi Manusia yang Mengalahkan Hawa Nafsu

  • 22 Mar 2026 11:04 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Manusia yang bisa mengalahkan hawa nafsu menjadi tema khotbah di Gereja Keluarga Allah Nias, Minggu 22 Maret 2026.

Pembicara, Pastor Lucky Deri Putra Harefa mengatakan Nafsu pada tempatnya itu penting, nafsu memiliki kepentingan dalam hidup kita karena untuk memacu kehidupan kita.

"Ketika kita bisa mengendalikan hidup kita, ketika kita bisa mengalahkan kedagingan kita maka kita menjadi orang yang hidupnya dikendalikan oleh Tuhan bukan oleh hawa nafsu," ucapnya.

Contoh tokoh dalam Alkitab ungkapnya adalah Simson. Kisah Simson menjadi peringatan bagi kita, bahwa tanpa penguasaan diri kita tidak akan bisa masuk dalam rancangan Tuhan. Tanpa penguasaan diri maka urapan sebesar apapun atau talenta setinggi apapun yang kita miliki tidak akan berhasil.

"Pastikan apa yang menjadi keinginan kita, jangan sampai keinginanmu melahirkan dosa, pastikan keinginanmu dicapai sesuai dengan firman Tuhan. Perang terbesar justru terjadi di dalam diri kita sendiiri, yakni melawan diri kita sendiri," katanya.

Pastor Lucky mengatakan ada bagian tak terlihat yang menentukan apakah hidup kita akan karam atau kokoh. Ada 3 karakteristik hawa nafsu yang harus diwaspadai. Hawa nafsu kecil terlihat jinak tetap tetap mematikan. Sering kali yang menjatuhkan bukan dosa besar tapi kompromi kecil terhadap godaan kecil yang dianggap sepele. Perkara sederhana, yang awalnya hanya coba-coba.

"Kebanyakan orang takut melakukan dosa besar tetapi tidak takut dosa kecil. Hawa nafsu ibarat racun, sekecil apapun ia bisa membunuh kita. Dosa kecil yang disembunyikan bisa menghentikan kemenangan besar.

Karekteristik kedua adalah hawa nafsu datang sebagai bisikan lembut bukan teriakan. Setiap bisikan selalu meminta harga yang jauh lebih mahal.

Lust atau.hawa nafsu bukan masuk dengan teriakan tetapi lewat celah kecil.

"Jangan menornalisasi dosa, dosa tetapi dosa, bukan karena perkembangan zaman sekarang tidak lagi dosa, dunia sekarang mempertontonkan dosa. Bukan nafsu yang salah, tetapi hawa nafsu, itu yang mengucapkan," ucap Ps. Lucky.

Karakteristik ketiga sebutnya adalah Hawa nafsu menghancurkan di tempat dimana tidak ada yang melihat. Secara fisik ada ada yang melihat tetapi surga menonton semua dosa-dosa kita. Ketika engkau berbuat dosa jangan bilang tidak ada yang melihat.

Maka menurutnya perlu sekali manusia tergabung dalam komunitas rohani yang membimbing dan mengatur serta mengarahkan kehidupan kita

Pastor Lucky menegaskan katakan tidak untuk dosa, berjaga-jagalah dan berdoa. Orang yang bisa menolak godaan tidak mudah digoyahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....