Cara Merdeka Dari Warisan Negatif

  • 16 Agt 2026 11:41 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Merdeka dari warisan negatif menjadi tema ibadah spesial hari kemerdekaan di Gereja Keluarga Allah Nias, Minggu 16 Agustus 2026.

Evangelis Beby Jean Evatin Harefa sebagai pembicara mengatakan Tuhan mau umatnya mau meninggalkan hal negatif dalam hidupnya. Ada banyak orang yang belum merdeka secara lahirlah. Untuk itu Yesus datang untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa.

Ada 2 jenis warisan

Warisan adalah sesuatu yang diterima dari generasi sebelumnya dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Warisan berupa sesuatu yang berwujud dan keliatan. Tidak salah memiliki warisan harta benda. Namun ada juga Warisan berupa tanpa wujud fisik yang mereka tinggalkan di dalam kita.

"Harta itu baik tapi tidak menjamin kehidupan kita yang baik, anak-anak tidak hanya mewarisi apa yang kita berikan. Mereka juga mewarisi apa yang setiap hari mereka lihat. Warisan karakter adalah hal yang lebih baik," ucapnya.

Ditegaskannya warisan paling kuat bukan yang diajarkan, tetapi yang dicontohkan. Dari semua yang diwariskan dan diturunkan, ada 2 kubu: positif dan negatif. Kabar baiknya kita tidak wajib menerima warisan negatif.

"Kita bisa menolak warisan yang merusak. Kita bisa memutus rantai kehidupan lama. Yang Tuhan butuhkan adalah satu orang yang mau

berkata Tidak pada kehidupan yang lama, dan berkata YA pada masa depan yang baru!," kata Ev. Beby Jean Evatin Harefa.

Ibadah Special Hari Kemerdekaan di Gereja Keluarga Allah Nias, Minggu 15 Agustus 2026

Bagaimana cara meninggalkan warisan yang buruk?

1. Sadari dan akui apa yang selama ini mengikat hidup kita. Kesadaran itulah yang melahirkan perlawanan yang akhirnya membawa kemerdekaan.

2. Lawan. Setelah menyadari ada sesuatu yang tidak beres dalam hidup kita, jangan berdamai dengannya. Lawan!, tetapi ingat, kita melawannya bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan dengan kuasa Kristus.

3. Deklarasikan kemerdekaan kita. Kemerdekaan penuh tidak akan bisa kita dapatkan tanpa keberanian untuk deklarasi.Tidak perlu menunggu 100 persen menang untuk mendeklarasikan kemenangan, justru deklarasi kemenanganlah yang akan membuatnya menjadi 100 persen!.deklarasi dulu baru masalah/kutuk akan angkat kaki dari hidup kita.

4. Berhati-hati dan sampai celah terbuka lagi. Jika engkau tahu sesuatu itu jahat maka segera tinggalkan.

Ev. Beby Jean Evatin Harefa mengingatkan hidup aman kalau kita sungguh-sungguh menjaga perkenanan Tuhan.

"Kalau Tuhan sudah membebaskan kita jangan pernah membuka kembali pintu yang pernah menjatuhkan kita," katanya.

Ibadah spesial hari kemerdekaan diwarnai dengan bendera merah putih serta dress code kebaya nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....