Kondisi Kesehatan Tubuh ketika Kekurangan Vitamin C
- 16 Agt 2026 20:02 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Kekurangan vitamin C membuat tubuh mudah lelah, sariawan, gusi berdarah dan kulit kering. Kekurangan vitamin C (defisiensi asam askorbat) dapat menurunkan produksi kolagen secara drastis. Akibatnya, tubuh akan mengalami gangguan pada pembuluh darah, jaringan ikat dan sistem kekebalan tubuh. Jika kekurangan ini berlangsung dalam jangka panjang (berbulan-bulan) maka akan berisiko mengalami kondisi medis serius yang disebut skorbut (scurvy) sebagaimana dirilis laman halodoc.
Berikut adalah kondisi kesehatan dan gejala yang muncul saat tubuh kekurangan vitamin C:
1. Gangguan Mulut dan Gigi
Gusi mudah berdarah: Kekurangan kolagen membuat jaringan gusi menjadi rapuh dan membengkak.
Baca juga: Gula Merah Memenuhi Kebutuhan Mineral TubuhSariawan kronis: Luka di dalam mulut menjadi sering muncul dan lebih sulit sembuh.
Gigi goyang: Pada tingkat keparahan tinggi (skorbut), struktur penyangga gigi melemah sehingga gigi mudah tanggal sebagaimana dirilis laman halodoc.
2. Masalah Kulit dan Pembuluh Darah
Kulit kasar dan kusam: Pembentukan lapisan kulit terhambat, memicu kulit kering serta penumpukan keratin di folikel rambut (keratosis pilaris).
Tubuh mudah memar: Pembuluh darah kapiler di bawah kulit menjadi sangat rapuh dan mudah pecah bahkan karena benturan ringan.
Luka sulit sembuh: Proses regenerasi jaringan kulit dan penutupan luka melambat karena minimnya pasokan kolagen seperti dimuat laman siloamhospital.
3. Penurunan Energi dan Imunitas
Kelelahan ekstrem: Tubuh akan terasa sangat lemas dan lesu karena terganggunya metabolisme energi.
Sistem imun melemah: Anda akan menjadi lebih rentan terserang infeksi menular, seperti batuk, pilek dan flu berulang.
Risiko anemia: Vitamin C berfungsi membantu penyerapan zat besi dari makanan. Tanpa vitamin C yang cukup, tubuh rentan mengalami anemia defisiensi zat besi seperti dimuat laman halodoc.
4. Gangguan Sendi, Tulang dan Berat Badan
Nyeri dan bengkak sendi: Kekurangan cairan atau jaringan ikat pada sendi memicu rasa sakit hingga sulit berjalan pada kasus yang parah.
Pengeroposan tulang: Defisiensi vitamin C dalam jangka panjang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.
Kenaikan berat badan: Rendahnya kadar vitamin C dapat memperlambat pembakaran lemak menjadi energi dan memicu penumpukan lemak perut sebagaiman dirilis laman alodokter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....