Kondisi Kesehatan Tubuh ketika Kekurangan Vitamin E

  • 21 Agt 2026 11:38 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Kekurangan vitamin E (defisiensi vitamin E) dapat menyebabkan gangguan fungsi saraf, kelemahan otot, masalah penglihatan dan penurunan sistem kekebalan tubuh. Karena vitamin E berfungsi sebagai antioksidan kuat yang melindungi membran sel, kekurangannya akan membuat jaringan tubuh yang sensitif menjadi rentan terhadap kerusakan. Kekurangan vitamin E sangat jarang terjadi pada orang sehat karena vitamin ini mudah ditemukan pada makanan sehari-hari, namun kondisi ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seperti dilansir laman kemkes.go.id

Pada orang sehat, kekurangan vitamin E sebenarnya sangat jarang terjadi hanya karena faktor makanan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh:

  • Gangguan penyerapan lemak (malabsorpsi): Terkait kondisi medis seperti

Penyakit Crohn

Fibrosis kistik

Gangguan hati kronis

Pankreas.

  • Diet ekstrem yang sangat rendah lemak: Menjalani pola makan sangat rendah lemak dalam jangka panjang karena penyerapan vitamin E membutuhkan bantuan lemak.

Berikut adalah kondisi kesehatan tubuh yang terjadi ketika kekurangan vitamin E:

Gangguan Saraf dan Otot

  • Kelemahan otot: Otot tubuh melemah dan kehilangan fungsinya secara bertahap.

  • Gangguan koordinasi: Sulit berjalan, menjaga keseimbangan atau mengambil benda.

  • Refleks lambat: Respon saraf tubuh terhadap rangsangan menjadi melambat.

  • Mati rasa: Muncul sensasi kesemutan atau kebas pada tangan dan kaki seperti dilansir alodokter.

Masalah Penglihatan dan Sistem Imun

  • Kerusakan retina: Meningkatkan risiko degenerasi retina dan gangguan penglihatan berat.

  • Mudah sakit: Sistem imun melemah sehingga tubuh rentan terserang infeksi virus atau bakteri.

Kerusakan Kulit dan Darah

  • Kulit rusak: Kulit menjadi sangat kering, kusam serta memicu penuaan dini seperti flek hitam dan keriput.

  • Anemia hemolitik: Sel darah merah hancur lebih cepat daripada proses pembuatannya, kondisi ini sering mengintai bayi premature sebagaimana dilansir alodokter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....