Mengapa Lingkar Pinggang Tak Kalah Penting dari Berat Badan?

  • 17 Jun 2026 17:55 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Berat badan sering menjadi ukuran utama untuk menilai kesehatan. Namun, para ahli menilai ukuran lingkar pinggang juga perlu mendapat perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai penumpukan lemak di area perut atau obesitas sentral.

Lemak yang menumpuk di sekitar perut, terutama lemak viseral yang mengelilingi organ-organ dalam tubuh, diketahui lebih aktif secara metabolik dibandingkan lemak di bagian tubuh lainnya. Kondisi ini dapat memengaruhi kerja insulin, memicu peradangan kronis, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Kesehatan Kreatif: Jurnal Riset Kesehatan Inovatif tahun 2026 menunjukkan bahwa lingkar pinggang memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Temuan tersebut menunjukkan bahwa ukuran lingkar pinggang dapat menjadi indikator penting dalam menilai risiko gangguan metabolik.

Selain diabetes, obesitas sentral juga dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, hingga sindrom metabolik. Karena itu, seseorang dengan berat badan normal belum tentu terbebas dari risiko kesehatan apabila memiliki lingkar pinggang yang berlebih.

Di Indonesia, batas lingkar pinggang yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah kurang dari 90 sentimeter pada pria dan kurang dari 80 sentimeter pada wanita. Ukuran yang melebihi batas tersebut dapat mengindikasikan adanya obesitas sentral.

Berbeda dengan berat badan yang dapat dipengaruhi oleh massa otot, kadar air, maupun kepadatan tulang, pengukuran lingkar pinggang dinilai lebih mampu menggambarkan distribusi lemak tubuh. Hal inilah yang menyebabkan para ahli tidak hanya berfokus pada angka timbangan, tetapi juga memperhatikan ukuran lingkar pinggang dalam menilai risiko penyakit.

Karena itu, menjaga pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, serta mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama menjadi langkah penting untuk mencegah penumpukan lemak di area perut dan menjaga kesehatan metabolik dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....