Menelusuri Sejarah Awal Mula Kata Radio

  • 02 Sep 2026 13:30 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Kata "radio" yang digunakan sehari-hari memiliki sejarah etimologi yang sangat menarik. Kata ini tidak muncul begitu saja bersamaan dengan penemuan alatnya melainkan berevolusi dari bahasa Latin kuno hingga istilah ilmiah modern sebagaimana dirilis laman Wikipedia.

Secara etimologi, kata "radio" berasal dari kata benda bahasa Latin "radius". Dalam bahasa kuno tersebut, radius memiliki beberapa arti : Jari-jari roda sepeda/kereta, Berkas cahaya atau Sinar. Kata radio menggambarkan sesuatu yang memancar keluar dari satu titik pusat ke segala arah seperti dirilis laman stackexchange.com

Perubahan makna kata ini hingga menjadi teknologi komunikasi nirkabel yang dikenal sekarang melalui beberapa tahapan sejarah. Sebelum digunakan untuk gelombang nirkabel, kata radio pertama kali diadaptasi ke dunia komunikasi oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1881 atas saran ilmuwan Prancis bernama Ernest Mercadier. Bell menggunakan istilah "radiophone" (suara yang memancar) sebagai nama alternatif untuk penemuannya photophone (alat transmisi suara lewat bantuan cahaya) sebagaimana dilansir laman Wikipedia.

Ketika Heinrich Hertz membuktikan adanya gelombang elektromagnetik pada tahun 1886, masyarakat awalnya menyebut gelombang tersebut sebagai "Hertzian waves" (Gelombang Hertzian). Namun para ilmuwan Eropa mulai mencari istilah yang lebih praktis dan menggunakan awalan radio- (berarti "memancar" atau "radiasi"). Tahun 1890, ilmuwan Prancis Édouard Branly menciptakan alat pendeteksi gelombang yang dinamakan radio-conducteur. Selanjutnya tahun 1898, muncul istilah radio-telegraphy untuk menyebut sistem pengiriman pesan telegraf melalui gelombang udara bukan lewat kabel fisik.

Sebelum kata "radio" populer, teknologi ini awalnya lebih sering disebut sebagai wireless telegraphy (telegrafi nirkabel) atau cukup disebut wireless (nirkabel) saja. Alat pemancar suara dan kode morse ini lebih sering disebut sebagai wireless di negara-negara berbahasa Inggris. Istilah "radio-telegraphy" mulai diusulkan di Inggris untuk menggantikan istilah "wireless telegraphy" (telegrafi nirkabel) yang dianggap terlalu panjang sebagaimana dimuat laman earlyradiohistory.us

Pada abad ke-19, para ilmuwan mulai menggunakan kata radio- sebagai awalan kata majemuk untuk menggambarkan fenomena yang berkaitan dengan energi radiasi (seperti cahaya atau gelombang elektromagnetik) yang memancar keluar dari satu titik pusat.

Kata tunggal "radio" yang dikenal sekarang resmi lahir dari pemangkasan (clipping) kata majemuk seperti radio-receiver (1903) atau radio-telegraphy. Kemudian kata "radio" secara mandiri (berdiri sendiri tanpa imbuhan) pertama kali muncul dalam dokumen resmi instruksi pengiriman telegram oleh Kantor Pos Inggris pada akhir 1904 sebagaimana dirilis laman etymonline.com.

Selanjutnya pertemuan Konvensi Telegraf Nirkabel Internasional, Berlin 1906 mulai mewajibkan penggunaan istilah "radio" atau "radio-telegraphy" dalam protokol resmi agar seragam di seluruh dunia. Pada tahun 1907, penemu asal Amerika Serikat, Lee de Forest mulai mempopulerkan kata "radio" secara mandiri di AS dengan mendirikan DeForest Radio Telephone Company. Kata ini digunakan sebagai penyederhanaan dari istilah radio-receiver atau radiophone seperti dimuat laman etymologyotd.wordpresss.com.

Barulah pada tahun 1912, istilah "radio" secara universal diadopsi Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) secara resmi untuk menggantikan kata wireless (nirkabel) dalam operasional sebagaina dirilis laman encyclopedia.com.

Berdasarkan catatan etimologi radio, kata benda dan kata kerja terkait pengiriman pesan lewat gelombang ini mulai dicatat secara resmi dalam kamus bahasa Inggris sekitar tahun 1916 seperti dirilis laman etymonline.com

Seiring dengan lahir dan dimulainya era stasiun penyiaran komersial pertama di dunia yang menyiarkan suara dan musik secara luas ke masyarakat, istilah "radio" akhirnya diadopsi sepenuhnya oleh publik global dan masyarakat umum, kemudian mulai meninggalkan istilah nirkabel dan beralih menggunakan kata "radio" pada tahun 1920-an. Istilah radio kemudian menjadi sangat populer di kalangan masyarakat umum sebagaimana dilansir laman Wikipedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....