Kenapa Jarak Maraton 42,195 Kilometer?

  • 25 Agt 2026 19:30 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Bagi pelari, angka 42,195 kilometer mungkin sudah sangat familiar. Itulah jarak yang harus ditempuh dalam sebuah lomba maraton. Namun, pernahkah terpikir mengapa jaraknya bukan tepat 40 atau 42 kilometer, melainkan 42,195 kilometer?

Jawabannya ternyata bukan berasal dari aturan yang dibuat sejak zaman Yunani Kuno.

Maraton pertama dalam Olimpiade modern digelar di Athena pada 1896. Menurut World Athletics, penyelenggara saat itu menetapkan jarak lomba sekitar 40 kilometer untuk menghidupkan kembali kisah dan tradisi Yunani Kuno. Jarak tersebut kemudian menjadi dasar awal nomor maraton dalam Olimpiade modern. Namun, pada masa itu belum ada standar jarak maraton yang berlaku secara internasional. Jarak perlombaan masih dapat berbeda dari satu penyelenggaraan ke penyelenggaraan lainnya.

Perubahan penting terjadi pada Olimpiade London 1908. Saat itu, perlombaan dimulai dari area Windsor Castle dan berakhir di White City Stadium. Menurut catatan resmi Olympic Studies Centre, penyelenggara mengatur rute agar start berada di East Lawn Windsor Castle dan finis tepat di depan Royal Box di stadion. Konfigurasi tersebut menghasilkan jarak 26 mil 385 yard, atau sekitar 42,195 kilometer.

World Athletics juga mencatat bahwa jarak tersebut merupakan hasil dari dua tahap. Jarak dari Windsor menuju stadion dibuat menjadi 26 mil, kemudian tambahan 385 yard berasal dari pengaturan posisi garis finis di dalam stadion. Dengan demikian, angka 42,195 kilometer muncul dari konfigurasi rute lomba pada Olimpiade London 1908.

Ada cerita populer yang mengaitkan perubahan tersebut dengan keluarga kerajaan Inggris. Memang, start di Windsor Castle dan finis di depan Royal Box memungkinkan keluarga kerajaan menyaksikan jalannya perlombaan. Bahkan, World Athletics mencatat bahwa start ditempatkan sedemikian rupa agar dapat terlihat dari jendela nursery di Windsor Castle. Namun, kurang tepat jika sejarahnya disederhanakan menjadi cerita bahwa seorang anggota kerajaan secara pribadi meminta jarak maraton diperpanjang. Yang jelas, penataan lokasi start dan finis pada Olimpiade London 1908 menghasilkan jarak yang kemudian dikenal sebagai jarak maraton modern.

Yang menarik, setelah Olimpiade London 1908, 42,195 kilometer belum langsung menjadi standar maraton dunia. Catatan Olympic Studies Centre menunjukkan bahwa jarak maraton pada Olimpiade sebelumnya memang berbeda-beda. Athena 1896 menempuh 40 kilometer, Paris 1900 sekitar 40,26 kilometer, St. Louis 1904 sekitar 40 kilometer, sedangkan pada London 1908 mencapai 42,195 kilometer. Pada Olimpiade Stockholm 1912, jaraknya kembali menjadi sekitar 40,2 kilometer, sementara Antwerpen 1920 mencapai sekitar 42,75 kilometer. Artinya, angka 42,195 kilometer pada awalnya belum menjadi aturan mutlak untuk semua lomba maraton.

Baru pada 1921, jarak 26 mil 385 yard atau 42,195 kilometer ditetapkan sebagai standar. World Athletics mencatat bahwa jarak tersebut kemudian digunakan sebagai standar maraton hingga sekarang.

Nama maraton memang berkaitan dengan kisah Yunani Kuno dan Pertempuran Marathon. Namun, angka 42,195 kilometer bukanlah jarak yang sejak awal ditetapkan berdasarkan perjalanan seorang pembawa pesan dari Marathon menuju Athena. Bahkan, World Athletics mencatat bahwa kisah perjalanan Pheidippides sendiri tidak dapat dipastikan secara historis, termasuk rute persis yang ditempuhnya.

Jarak 42,195 kilometer yang dikenal sekarang justru merupakan hasil dari perkembangan perlombaan maraton modern. Bermula dari lomba sekitar 40 kilometer pada Olimpiade Athena 1896, kemudian mencapai 42,195 kilometer dalam Olimpiade London 1908 karena pengaturan rute dari Windsor Castle menuju White City Stadium, sebelum akhirnya distandardisasi pada 1921.

Jadi, kalau selama ini 42,195 kilometer terasa seperti angka yang muncul begitu saja, ternyata ada sejarah panjang di baliknya. Angka yang kini menjadi tantangan bagi pelari di seluruh dunia tersebut lahir bukan dari sebuah perhitungan khusus sejak zaman Yunani Kuno, melainkan dari sejarah penyelenggaraan Olimpiade yang kemudian menjadi standar internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....