Sejarah Bulan Rabiul Awal
- 18 Agt 2026 13:34 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Rabiul Awal adalah bulan ketiga dalam kalender Islam (Hijriah). Nama ini berasal dari kata Arab yang berarti musim semi pertama karena dinamai pada masa ketika bulan tersebut bertepatan dengan musim semi saat bunga mulai tumbuh dan padang pasir menjadi subur. Sejarah awal mula bulan Rabiul Awal berakar dari tradisi masyarakat Arab kuno yang menandai penanggalan mereka berdasarkan fenomena alam dan pergantian musim. Nama ini kemudian dipertahankan dan dibukukan secara resmi ke dalam sistem kalender Hijriah pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab seperti dirilis laman wakafsalman.or.id
Secara bahasa, kata "Rabi'" berarti musim semi (guguran bunga/bersemi) dan "Awal" berarti pertama. Maka, Rabiul Awal bermakna "musim semi yang pertama". Pada masa Arab kuno, penamaan bulan disesuaikan dengan iklim. Bulan ini dinamai Rabiul Awal karena bertepatan dengan masa di mana tanaman mulai menghijau, bunga-bunga bermekaran dan hujan mulai membasahi padang pasir setelah musim kemarau panjang. Tradisi Arab membagi waktu tersebut menjadi dua bulan berturut-turut, yaitu Rabiul Awal (musim semi pertama) dan Rabiul Akhir (musim semi kedua) sebagaimana dirilis laman wakafsalam
Para ulama mengibaratkan bahwa jika makna bahasanya adalah musim semi bagi alam. Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal maka kelahiran Nabi di bulan ini adalah "musim semi" bagi iman dan peradaban manusia yang semula gersang di masa jahiliyah.
Peristiwa Bersejarah di Bulan Rabiul Awal:
Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah setelah berhijrah dari Makkah dan membangun Masjid Quba, masjid pertama yang didirikan oleh umat Muslim. Kemudian pada bulan ini juga merupakan bulan pernikahan suci antara Rasulullah SAW dengan Siti Khadijah al-Kubra sebagaimana dirilis laman mui.go.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....