Sejarah Awal Mula Bulan Rabiul Akhir
- 28 Agt 2026 08:59 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Rabiul Akhir (atau Rabi'uts Tsani) adalah bulan keempat dalam kalender Hijriah yang secara harfiah berarti "akhir dari musim semi". Asal-usul penamaannya berakar dari kondisi alam dan tradisi masyarakat Arab jahiliyah sebelum datangnya Islam sebagaimana dilansir laman kemenag.go.id
Sebelum kalender Hijriah dibakukan, masyarakat Arab pra-Islam memiliki nama tersendiri untuk setiap bulan. Berdasarkan catatan Abu Bakar Muhammad dalam Kitab Jamhartul Lughah, bulan Rabiul Akhir pada masa jahiliyah disebut sebagai bulan Wubshan atau Wabshan. Sementara itu, bulan sebelumnya (Rabiul Awal) disebut Khawwan.
Perubahan nama dari Wabshan menjadi Rabiul Akhir terjadi pada masa kepemimpinan Kilab bin Murrah yang merupakan kakek buyut kelima dari Nabi Muhammad SAW. Ia mengumpulkan para tokoh Arab untuk menyatukan penamaan bulan-bulan agar seragam di seluruh Jazirah Arab.
| Baca juga: Sejarah Awal Mula Pembuatan Kerupuk |
Kata Rabi' dalam bahasa Arab berarti musim semi. Penamaan ini merujuk pada fenomena iklim di Jazirah Arab saat itu:
Musim Subur: Pada waktu penamaan tersebut, wilayah Arab sedang mengalami musim semi di mana rerumputan menghijau, tanah subur dan pepohonan berbuah lebat.
Dua Bulan Musim Semi: Karena musim semi biasanya berlangsung selama dua bulan penuh, masyarakat Arab menyematkan nama Rabi' pada kedua bulan tersebut. Bulan pertama dinamakan Rabiul Awal (awal musim semi) dan bulan kedua dinamakan Rabiul Akhir atau Rabi'uts Tsani (akhir atau kedua musim semi).
Baca juga: Sejarah Bulan Muharram
Saat ini, karena kalender Hijriah menggunakan sistem peredaran bulan (lunar calendar) yang maju 11 hari setiap tahunnya dibandingkan kalender Masehi, bulan Rabiul Akhir tidak selalu jatuh di musim semi dan terus bergeser melintasi berbagai musim seperti dirilis laman kemenag.go.id
Bulan Rabiul Akhir mencatat banyak momentum besar, mulai dari urusan strategi pertahanan Madinah hingga wafatnya tokoh pemimpin yang adil:
Sebuah ekspedisi militer yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW menuju wilayah Hijaz pada 3 Hijriah untuk mengantisipasi gerakan Bani Sulaim meskipun tidak sampai terjadi kontak fisik.
Rasulullah SAW mengutus Zaid bin Haritsah pada 3 Hijriah untuk operasi intelijen guna memantau pergerakan musuh sebelum Perang Uhud pada 6 Hijriah serta mengintai kabilah Bani Sulaim di Jamum.
Kaum Yahudi Bani Nadhir diusir dari Madinah pada 4 Hijriah karena berkhianat dan mencoba membunuh Rasulullah SAW. Momen ini melatarbelakangi turunnya Surah Al-Hasyr.
Rasulullah SAW mengutus Khalid bin Walid kepada kaum Bani al-Harits bin Ka'b pada 10 Hijriah yang kemudian membuahkan hasil dengan masuk Islamnya kabilah tersebut tanpa peperangan.
Pemimpin Dinasti Umayyah yang sangat tersohor akan keadilannya ini wafat pada tanggal 20 Rabiul Akhir 101 Hijriah. Beliau kerap dijuluki sebagai "Khulafaur Rasyidin kelima" karena ketegasannya menghapus korupsi sebagaimana dimuat laman kemenag.go.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....