MPN, Benteng Pelestarian Budaya dan Identitas Suku Nias
- 06 Agt 2026 11:31 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Museum Pusaka Nias dikelola oleh Yayasan Pusaka Nias yang bersifat sosial dan nirlaba. Kegiatan utamanya berfokus pada pelestarian budaya Nias. Yayasan Pusaka Nias didirikan oleh Pastor Johannes Hammerle yang telah bekerja di Nias sejak tahun 1971. Selama bekerja di daerah terpencil di Nias, Ia menjadi sangat tertarik pada bahasa, budaya dan sejarah Nias. Dia juga menyadari bahwa karena kemiskinan dan kurangnya pendidikan, budaya yang unik ini akan menghilang sangat cepat.
Ia mulai mengumpulkan artefak sejarah dan budaya untuk dilestarikan demi masa depan. Cita-citanya adalah untuk melestarikan benda-benda ini bagi masyarakat Nias agar artefak penting ini terhindar dari kehancuran atau keluar dari pulau Nias. Setelah 20 tahun mengumpulkan dan meneliti benda-benda budaya Nias, maka Yayasan Pusaka Nias didirikan. Lembaga ini didirikan sebagai wujud keprihatinan terhadap kepunahan budaya Nias dan pentingnya mempertahankan nilai-nilai luhur budaya Nias sebagai identitas Suku Bangsa Nias.
Misi utama dari yayasan ini adalah untuk mengelola sebuah museum sebagai pusat pelestarian budaya Nias, baik yang berwujud dan yang tidak berwujud.
| Baca juga: Ancaman Baru di Balik Panggilan Tak Bersuara |
Hal senada disampaikan Direktur Museum Pusaka Nias Nata alui Duha. Sejak diresmikan, yayasan telah memperluas kegiatannya, yang juga mencakup pendidikan, penelitian, kesadaran lingkungan hidup dan pariwisata berkelanjutan. Dan Kompleks Museum telah menjadi salah satu atraksi wisata yang paling penting dengan taman rekreasi yang indah, sangat populer dengan masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung.
“Museum Pusaka Nias adalah museum swasta yang sangat ini masih banyak pengunjung dan penggemarnya. Museum ini didirikan pada 10 November 1995 dan hingga saat ini kita berusaha supaya Museum ini semakin berkembang dan dicintai oleh para pecinta budaya dan juga pecinta Pulau Nias. Yang kita kembangkan saat ini adalah program-programnya bukan hanya sebagai destinasi wisata tetapi bagaimana program yang bisa menjangkau masyarakat generasi muda untuk bisa mendapatkan pendidikan, pengenalan budaya Nias dan kearifan local. Jadi kita upayakan tidak saja untuk berkreasi tetapi juga lebih kepada bagaimana pengunjung disini mengenal kearifan para leluhur Nias dan apa saja potensi yang ada di Kepulauan Nias, keunikannya serta kekayaan yang ada di Pulau Nias,’ ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.
Warga masyarakat juga memberikan tanggapan sangat positif terhadap Museum Pusaka Nias di Kota Gunungsitoli. Seperti disampaikan Rido Waruwu warga Kecamatan Gunungsitoli, Keberadaan MPN sangat bernilai sebagai pusat pelestarian budaya, sarana edukasi generasi muda, serta penggerak destinasi wisata sejarah dan bahari yang membanggakan identitas masyarakat Nias.
“Sebagai warga masyarakat, saya sangat mengapresiasi peran museum dalam menjaga lebih dari 6.500 koleksi benda bersejarah. Kita juga bangga karena warisan budaya milik leluhur telah dirawat oleh Tim disana dengan standar yang sangat profesional. Tentunya, kehadiran museum sangat memberikan rasa aman bahwa identitas asli suku Nias tidak akan punah ditelan zaman,” ucap Rido.
Museum ini telah menjadi basis kegiatan pelestarian budaya Nias, mulai dari pengumpulan berbagai artefak budaya Nias, hingga pada pameran artefak, penelitian, penerbitan buku budaya Nias, pengelolaan perpustakaan, penyelanggaraan pendidikan dan pelatihan budaya, pendokumentasian visual dan audiovisual, pembudidayaan taman berkhasiat obat, dan konservasi flora dan fauna Nias.Selain itu, Museum Pusaka Nias mengelola taman rekreasi kultural, mendampingi masyarakat desa adat untuk merehabilitasi rumah-rumah adat dan situs megalit di Kepulauan Nias, merevitalisasi seni tari dan musik tradisional, mengadakan pertunjukkan tari dan musik melalui sanggar dan menata dan mempromosikan potensi destinasi pariwisata di Kepulauan Nias.
Museum Pusaka Nias dikelola oleh tim yang berdedikasi, setia, yang telah menghabiskan bertahun-tahun bekerja sama untuk mengembangkan museum ini, hingga seperti yang kita lihat sekarang ini. Ada juga karyawan yang bekerja untuk keamanan, penerimaan tamu, kafe, mini zoo, guest house, taman rekreasi dan pekerjaan umum. Faozisokhi Laia, Konservator Museum Pusaka Nias bersama rekan lainnya menyatakan rasa, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga, merawat, dan melestarikan benda-benda bersejarah langsung di lokasi museum agar tetap utuh untuk generasi mendatang.
Hadir di Kepulauan Nias, Visi dan Misi Museum Pusaka Nias adalah Menanamkan rasa cinta terhadap kebudayaan suku Nias dan mendorong masyarakat untuk mengenal, menghayati dan mengembangkan nilai-nilai budayanya yang konstruktif menjadi media pendidikan. Mengembangkan dan mengelola museum yang diberi nama 'MUSEUM PUSAKA NIAS' (Nias Heritage Museum) sebagai pusat segala perwujudan visinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....