Ancaman Baru di Balik Panggilan Tak Bersuara

  • 04 Mei 2026 15:55 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Fenomena telepon hening semakin sering dialami masyarakat. Panggilan masuk tanpa suara di seberang lini ini kerap dianggap gangguan biasa. Namun, di balik kesan sepele tersebut, terdapat potensi modus penipuan yang perlu diwaspadai. Pelaku memanfaatkan teknologi untuk menguji keaktifan nomor, merekam respons pengguna, bahkan sebagai tahap awal dalam skema penipuan yang lebih besar.

Modus ini biasanya dilakukan dengan sistem otomatis atau robocall. Saat seseorang mengangkat telepon dan tidak mendengar apa pun, sistem di sisi pelaku sebenarnya sedang mencatat bahwa nomor tersebut aktif dan berpotensi menjadi target berikutnya. Dalam beberapa kasus, panggilan lanjutan bisa berupa penipuan berkedok hadiah, layanan perbankan, hingga permintaan data pribadi.

Menurut pakar keamanan siber dari Asosiasi Keamanan Siber Indonesia, Rudi Santoso, telepon hening bukan sekadar gangguan teknis. Ia menjelaskan bahwa pelaku kejahatan digital kini semakin canggih dalam mengumpulkan data calon korban. “Panggilan tanpa suara sering kali digunakan sebagai metode validasi nomor. Jika direspons, nomor tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar target aktif untuk serangan berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudi menambahkan bahwa masyarakat sering kali tidak menyadari bahwa respons sekecil apa pun—termasuk mengatakan “halo”—dapat direkam. Rekaman suara ini berpotensi disalahgunakan, misalnya untuk verifikasi palsu atau manipulasi identitas dalam kejahatan digital lainnya.

Untuk mengantisipasi modus ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, hindari mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal, terutama jika tidak ada konteks yang jelas. Kedua, jika terlanjur mengangkat dan tidak ada respons, sebaiknya segera akhiri panggilan tanpa memberikan reaksi apa pun. Ketiga, manfaatkan fitur pemblokiran nomor di ponsel atau aplikasi keamanan tambahan untuk meminimalisir gangguan serupa di masa depan.

Selain itu, penting juga untuk tidak membagikan nomor telepon secara sembarangan di platform publik. Semakin luas penyebaran nomor pribadi, semakin besar peluang nomor tersebut masuk ke dalam database pelaku kejahatan. Edukasi digital menjadi kunci utama agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan modern.

Dengan meningkatnya kasus kejahatan berbasis teknologi, kewaspadaan menjadi benteng pertama yang harus dimiliki setiap individu. Telepon hening mungkin terdengar sepele, tetapi bisa menjadi pintu masuk bagi ancaman yang lebih besar jika tidak disikapi dengan bijak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....