Sejarah Bulan Muharram
- 20 Jun 2026 12:33 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Sejarah bulan Muharram berakar dari tradisi masyarakat Arab Jahiliyah yang menghormatinya sebagai bulan suci bebas perang yang kemudian diresmikan oleh Khalifah Umar bin Khattab sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah untuk menandai momentum hijrahnya Nabi Muhammad SAW.
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan suci (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan. Penanggalan ini dicetuskan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab dengan menetapkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai tonggak awal perhitungan. Secara bahasa, kata
"Muharram" memiliki arti "yang dilarang" atau "disucikan". Hal ini merujuk pada hukum adat yang melarang adanya pertumpahan darah, konflik, maupun peperangan selama bulan tersebut berlangsung, seperti dirilis di laman NUOnline.
Ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khattab agar umat Islam memiliki sistem penanggalan resmi, dengan bulan Muharram sebagai pembukanya. Pada masa jahiliyah hingga Islam, bulan ini diharamkan untuk berperang, menjadikannya waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Sebelum datangnya ajaran Islam, masyarakat Arab Jahiliyah sudah memuliakan bulan Muharram. Disebut sebagai Syahrullah Al-Ashom (Bulan Allah yang sunyi) karena seluruh senjata harus disimpan dan gencatan senjata tidak wajib diberlakukan. Muharram diakui sebagai salah satu dari empat bulan suci (Asyhurul Hurum) bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Rajab seperti dirilis laman Baznas.
Sistem penanggalan Islam atau kalender Hijriah baru resmi dibentuk pada tahun ke-17 setelah peristiwa hijrah di bawah pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Pemerintahan Islam saat itu kesulitan mengarsipkan dokumen negara karena surat-surat resmi tidak memiliki angka tahun melainkan hanya mencantumkan nama bulan dan hari. Para sahabat berkumpul dan sepakat menjadikan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai acuan dimulainya tahun ke-1 (1 Hijriah). Meski Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal, bulan Muharram dipilih sebagai bulan pembuka tahun.
Alasan utamanya karena tekad dan rencana hijrah telah bulat setelah baiat pada bulan Dzulhijjah, sehingga Muharram menjadi awal babak baru bagi umat Islam setelah menyelesaikan ibadah haji sebagaimana dirilis laman rumahzakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....