Sejarah Peringatan Hari Lansia Nasional

  • 29 Mei 2026 20:23 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat di usia 65 tahun Dirinya memimpin sidang BPUPKI pada 29 Mei 1945. Sebagai seorang yang paling sepuh dan penuh kearifan, Ia mencetuskan perlunya dasar filosofis negara Indonesia.

Terinspirasi perjuangan tersebut, maka dalam catatan sejarah, oleh Presiden Soeharto, Peringatan Hari Lansia Nasional pertama kali diselenggarakan pada tanggal 29 Mei 1996.

Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat harus melalui perjalanan panjang sejarah kemerdekaan Indonesia, dimulai munculnya Boedi Utomo sampai pembentukan BPUPKI. Pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945 beliau mengajukan pertanyaan "Apa dasar negara Indonesia jika kelak merdeka?" Pertanyaan ini dijawab oleh Bung Karno dengan Pancasila.

Tidak hanya berjasa dalam sejarah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, humanisme terhadap mereka yang menderita sakit mengalir dalam darah Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat. Ia tinggal di Desa Dirgo Kecamatan Widodaren Ngawi untuk mengabdikan dirinya sebagai dokter ahli penyakit pes. Kala itu banyak warga Ngawi meninggal dunia karena dilanda wabah penyakit tersebut. Kediaman beliau saat ini menjadi bangunan yang memiliki nilai sejarah berusia lebih dari ratusan tahun.

Peringatan Hari Lansia Nasional hari ini, merupakan wujud penghargaan dari negara Republik Indonesia atas semangat, daya juang, dan jiwa raga yang ditumpahkan untuk memerdekakan dan memajukan pembangunan negara. Buah pikir, kearifan, dan teladan para lansia menjadi bekal generasi selanjutnya.

Melalui Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan, pemerintah memberikan perhatian secara khusus kepada masyarakat lanjut usia. Peraturan Presiden ini dimaksudkan sebagai acuan penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan untuk mewujudkan lanjut usia yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat.

Melansir laman Kemensos, peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ini merupakan upaya untuk mengangkat derajat lansia sebagai potensi bagi negara dan bukan sebagai beban. Dalam laman ini, Romal mengatakan "Tak hanya menyalurkan bantuan, Hari Lanjut Usia Nasional juga menjadi Duta Lansia dari anak-anak hingga remaja dan pemuda. Hal ini sebagai bentuk kampanye pentingnya kepedulian kepada lansia.

Penelitian yang dilakukan Edelstein dan Kalish mengatakan "Munculnya stereotipe tentang lanjut usia berkontribusi pada ageism yaitu sikap negatif dan diskriminasi pada lansia. Lansia dianggap lebih pikun, sudah lemah, sakit-sakitan, dan keras kepala."

Steven Durost melakukan studi gerontologi “Old is an Attitude, Age is a Concept: a Qualitative Study on Aging and Ageism with Guidelines for Expressive Therapies Literature”. Penelitian ini melibatkan 12 orang lansia berusia 71 tahun hingga 94 tahun, mengisahkan sejarah perjalanan usianya.

Saya tidak merasa usia bertambah, saya tidak bisa melihat diri saya sendiri. Ketika orang lain melihat saya, apakah yang mereka lihat seorang wanita tua? Baru ketika saya melihat di cermin saya berkata ya benar ada wanita tua disana,” ungkap salah satu responden penelitian ini.

Didefinisikan dalam penelitian ini bahwa inner age adalah usia yang dirasakan oleh diri sendiri. Sedangkan usia fisik adalah usia dalam jumlah tahun sebenarnya seseorang telah hidup.

Sejarah ageism sudah ada sejak tahun 1969. Robert N. Butler seorang ahli gerontologi yang mengenalkan kata age-ism dalam wawancaranya dengan Washington Post. Pada tahun 1969, ia menciptakan istilah ageism untuk menggambarkan diskriminasi terhadap lansia. Butler mendefiniskan ageism sebagai kumpulan dari komponen sikap prasangka terhadap orang yang lebih tua dan proses penuaan, praktik diskriminatif terhadap orang tua, dan kebijakan kelembagaan yang melanggengkan stereotipe tentang lansia.

Bila kembali menengok ke tahun 2015 disana ada film The Intern yang dibintangi aktor kawakan Robert DeNiro yang memerankan tokoh Ben, dikisahkan Ben pria pensiunan berusia 70 tahun yang telah memiliki anak dan cucu tidak terbiasa dengan hidup menganggur.

Tak betah menjadi pengangguran, pria 70 tahun ini mengikuti program magang. Awalnya pimpinan perusahaan meragukan Ben, namun karena selalu bekerja lebih awal bahkan hingga lembur, pimpinan perusahaan menaruh kepercayaan tinggi kepada Ben.

Sejarah Hari Usia Lanjut bukan sekadar peringatan untuk mereka yang kini lanjut usia, tetapi juga pesan bagi generasi produktif untuk mempersiapkan kehidupan pada hari tua kelak.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....