Melestarikan Budaya Mempererat Rasa Persaudaraan

  • 15 Mei 2026 10:58 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Indonesia menjalankan berbagai tradisi unik sebagai persiapan menyambut puasa. Tujuan adanya tradisi-tradisi ini mulai dari mempererat silaturahim, doa bersama, hingga ungkapan syukur atas rezeki dan nikmat yang diberikan.

Melansir dari situs kemenparekraf.go.id, berikut ini tradisi menyambut ramadan di daerah-daerah Indonesia:

Dandangan (Kudus, Jawa Tengah)

Menjelang Ramadan, masyarakat Kudus mengadakan tradisi Dandangan. Tradisi tersebut ditandai dengan pasar malam yang meriah, di mana berbagai barang dagangan, hiburan dan kuliner khas ditawarkan.

Dandangan bermula dari kebiasaan berkumpulnya masyarakat untuk mendengarkan pengumuman awal puasa dari Sunan Kudus pada masa lalu.

Tabuh Bedug (Kudus, Jawa Tengah)

Di Pulau Jawa, terutama di Jawa Tengah, bedug ditabuh sebagai penanda menyambut Ramadan. Tradisi ini biasanya dilakukan sehari sebelum puasa dimulai, mengiringi lantunan shalawat tanpa pengeras suara.

Nyadran (Jawa Tengah)

Nyadran adalah tradisi yang umum dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah untuk menyambut Ramadan. Tradisi ini melibatkan ziarah kubur/nyekar, membersihkan area makam leluhur serta mendoakan mereka. Selain itu, masyarakat juga biasanya membawa makanan untuk dibagikan kepada kerabat atau tetangga sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.

Nyadran tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, tetapi juga sering diadakan secara massal di desa-desa. Kegiatan ini mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih sangat kental di masyarakat Jawa Tengah. Seiring berkembangnya zaman, tradisi ini juga dikemas dengan acara keagamaan seperti ceramah dan doa bersama.

Padusan (Klaten, Boyolali, Jawa Tengah dan Yogyakarta)

Padusan berasal dari kata adus yang berarti mandi. Tradisi ini dilakukan dengan mandi atau berendam di sumber mata air, sumur atau pemandian umum.

Tujuannya adalah membersihkan diri secara fisik dan spiritual sebagai persiapan menyambut Ramadhan. Tradisi Padusan dilakukan sebagai bentuk penyucian diri, sekaligus membersihkan jiwa dan raga. Padusan juga bisa diartikan sebagai momen untuk merenung dan introspeksi diri atas kesalahan yang pernah diperbuat. Padusan melambangkan penyucian diri lahir dan batin sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....