Tren Me Time Menjadi Kebutuhan yang Sulit Diabaikan

  • 30 Mar 2026 09:49 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Di tengah kesibukan sehari-hari, istilah me time semakin sering terdengar, terutama di kalangan anak muda. Jika dulu dianggap sebagai kemewahan, kini me time justru menjadi kebutuhan yang sulit diabaikan.

Rutinitas yang padat, tuntutan pekerjaan, hingga tekanan sosial membuat banyak orang merasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Dalam kondisi seperti ini, meluangkan waktu untuk diri sendiri bukan lagi soal ingin atau tidak, melainkan soal menjaga keseimbangan hidup.

Me time tidak selalu harus dilakukan dengan hal besar atau mahal. Bagi sebagian orang, duduk santai sambil menikmati secangkir kopi sudah cukup untuk mengembalikan energi. Ada juga yang memilih membaca buku, menonton film favorit, atau sekadar berdiam diri tanpa gangguan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran akan kesehatan mental semakin meningkat. Banyak orang mulai memahami bahwa memberi waktu untuk diri sendiri adalah bentuk self-care yang sederhana, namun berdampak besar.

Menariknya, me time juga menjadi cara untuk mengenal diri sendiri lebih dalam. Dalam kesendirian, seseorang bisa lebih jujur terhadap perasaan dan pikirannya tanpa harus menyesuaikan diri dengan orang lain.

Namun, tidak sedikit yang masih merasa bersalah saat mengambil waktu untuk diri sendiri. Padahal, me time bukan berarti mengabaikan tanggung jawab, melainkan cara untuk mengisi ulang energi agar bisa kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.

Pada akhirnya, me time bukan tentang menjauh dari orang lain, tetapi tentang mendekat pada diri sendiri. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, mungkin kita memang perlu sesekali berhenti sejenak—untuk bernapas, menikmati waktu, dan kembali menjadi diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....