Asal Usul Torpedo, Alutsista Kapal Selam
- 26 Mar 2026 17:50 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID. Gunungsitoli - Konsep senjata bawah air mirip torpedo diusulkan sejak tahun 1275 oleh Hasan al-Rammah, ilmuwan Mesir, untuk meluncurkan api di air. Istilah torpedo sendiri berasal dari ikan pari listrik yang memancarkan kejutan listrik untuk melumpuhkan mangsa. Selanjutnya, seorang penemu Robert Fulton asal Amerika, pada tahun 1800-an ini menggunakan istilah torpedo untuk menyebut wadah berisi bubuk mesiu yang ditarik atau diletakkan di bawah kapal musuh (sekarang lebih dikenal sebagai ranjau laut).
Pada tahun 1860 Seorang perwira angkatan laut Austria, Giovanni Luppis, menciptakan perangkat Salvacooste (penyelamat pantai). Alat ini digerakkan oleh tali dari darat dan tidak terlalu praktis di laut lepas. Kemudian, Robert Whitehead, seorang insinyur Inggris, pada tahun 1866 di Fiume (sekarang Kroasia) menyempurnakan ide Luppis dan menciptakan torpedo swa-gerak (self-propelled) pertama di dunia. Konsep ini didasarkan pada desain dasar perwira angkatan laut Austria-Hungaria, Giovanni Luppis, yang bertujuan menciptakan senjata jarak jauh untuk menyerang kapal di bawah air. Torpedo ini menggunakan udara bertekanan sebagai tenaga penggerak dan mampu menjaga kedalamannya sendiri di bawah air, seperti dilansir laman Wikipedia.
Pada tahun 1885-1895, John Adams Howell, mengembangkan torpedo yang menggunakan roda gila (flywheel) dan dinilai lebih stabil. Torpedo Whitehead & Co. menjadi standar awal angkatan laut dunia pada tahun 1870-an, merevolusi pertempuran laut. Dengan kemajuan teknologi, torpedo modern dapat menghancurkan target pada jarak 40 km dan kecepatan sekitar 50 knot.
Selain itu, terdapat juga torpedo udara, ide menjatuhkan torpedo dari pesawat pertama kali dicetuskan oleh Laksamana Muda Bradley A. Fiske (AS) pada 1910-an, dan mulai digunakan saat Perang Dunia I, sebagaimana dilansir laman Destroyer History.
Secara etimologis, nama torpedo diambil dari bahasa Latin torpere yang berarti menjadi kaku atau lumpuh. Nama ini awalnya digunakan untuk menyebut ikan pari listrik (Torpedo rays) yang mampu melumpuhkan mangsanya dengan sengatan listrik. Ikan pari listrik dapat menghasilkan lucutan listrik dari 8 Volt sampai 220 Volt sebagaimana dilansir laman The University of Texas at Austin.
Torpedo adalah senjata bawah air berbentuk cerutu yang digerakkan sendiri (swa-gerak) untuk menghancurkan kapal atau kapal selam musuh. Torpedo diluncurkan dari kapal permukaan, kapal selam atau pesawat terbang. Torpedo bekerja dengan menggunakan baling-baling atau jet pompa yang digerakkan oleh mesin di dalamnya untuk menempuh jarak jauh di bawah air dan menargetkan kapal, amunisi peledak bawah air untuk menghancurkan target laut, sering digunakan dalam pertempuran laut dan kapal selam, sebagaimana dimuat pada laman National Museum of American History.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....