Pendapatan Negara Di Gorontalo Tumbuh 41,20 Persen hingga Agustus 2026
- 02 Okt 2026 12:12 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Realisasi pendapatan negara di Provinsi Gorontalo hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp1,14 triliun atau 73,64 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut tumbuh 41,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja penerimaan negara didukung oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh positif serta kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo Arie Suwandani Wiwit Warastuti, pada Press Conference APBN Lo Hulonthalo periode hingga 31 Agustus 2026.
Dari sisi PNBP, realisasi hingga Agustus 2026 mencapai Rp448,16 miliar atau 149,55 persen dari target tahun berjalan. Sementara itu, penerimaan perpajakan yang dikelola KPP Pratama Gorontalo juga menunjukkan pertumbuhan positif.
Hingga Agustus 2026, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp715,28 miliar atau 57,31 persen dari target Rp1,25 triliun. Capaian tersebut tumbuh 39,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor penerimaan pajak terbesar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai atau PPN sebesar Rp379,98 miliar dan Pajak Penghasilan atau PPh sebesar Rp345,38 miliar. Berdasarkan sektor usaha, penerimaan terbesar berasal dari sektor Administrasi Pemerintahan dengan kontribusi Rp305,17 miliar atau 42,66 persen dari total penerimaan.
Sektor Perdagangan Besar menjadi kontributor berikutnya dengan realisasi Rp191,49 miliar atau 26,77 persen dari total penerimaan pajak. Di bidang kepabeanan dan cukai, KPP Bea dan Cukai Gorontalo hingga Agustus 2026 membukukan penerimaan sebesar Rp157,14 juta.
Meski kontribusi penerimaan kepabeanan dan cukai relatif kecil, aktivitas perdagangan internasional Gorontalo menunjukkan perkembangan positif.
Sementara itu, Nilai ekspor Gorontalo hingga Agustus 2026 mencapai USD37,09 juta atau sekitar Rp646,06 miliar. Sementara nilai impor tercatat USD6,31 juta atau sekitar Rp109,27 miliar. Dengan capaian tersebut, Gorontalo mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD30,79 juta.
Komoditas ekspor unggulan Gorontalo masih didominasi produk berbasis sumber daya alam, seperti wood pellet, copra expeller cake, produk olahan kelapa, serta hasil perikanan berupa tuna segar.
Hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 323 Pemberitahuan Ekspor Barang atau PEB, dengan volume ekspor mencapai 256,66 ribu ton. Kinerja tersebut menjadi bagian dari perkembangan perdagangan luar negeri Gorontalo sekaligus menunjukkan kontribusi sektor ekspor terhadap aktivitas ekonomi daerah. (RA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....