Kesbangpol Gorontalo: Nilai Pancasila Harus Dibumikan di Tengah Perubahan Zaman

  • 30 Sep 2026 12:48 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan, Kesbangpol Provinsi Gorontalo, Dedy S. Palyama dimintai tanggapannya mengatakan, peringatan tersebut tidak terlepas dari sejarah kelam peristiwa 30 September 1965 yang menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, perjalanan sejarah tersebut menunjukkan bahwa Pancasila mampu melewati berbagai tantangan dan tetap menjadi ideologi bangsa Indonesia.

“Sejarah kelam tahun 1965 itu kemudian bisa kita lewati dan kita tumpas, menandakan bahwa ideologi Pancasila ini betul-betul layak kita jadikan sebagai nilai dalam semua tatanan kehidupan, baik bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara,” ucap Dedy Kepada RRI, Rabu 30 September 2026

Ia menambahkan, tantangan terhadap Pancasila tidak hanya berkaitan dengan peristiwa sejarah masa lalu, tetapi juga berbagai upaya dan kelompok yang pernah menginginkan perubahan terhadap ideologi bangsa. Dedy menyebut Pancasila memiliki kedudukan penting karena nilai-nilainya digali dari akar budaya dan kepribadian bangsa Indonesia.

“Pancasila berasal dari nilai-nilai yang digali dari akar dan kepribadian bangsa Indonesia. Dalam sejarahnya, Pancasila selalu melewati berbagai hal yang berkenaan dengan gerakan-gerakan yang ingin menggantikan ideologi bangsa ini,” katanya.

Menurutnya, perkembangan zaman saat ini menghadirkan tantangan baru dalam menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya adalah arus informasi yang semakin cepat, sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai informasi dan memahami nilai-nilai kebangsaan secara lebih baik.

Dedy mengatakan, kondisi tersebut menuntut seluruh elemen masyarakat untuk mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai dasar Pancasila.

“Tentunya kita harus menghadapi tantangan dan adaptif terhadap perkembangan zaman, dengan arus informasi yang semakin cepat perubahannya. Ini merupakan tantangan bagi kita agar bagaimana ideologi Pancasila bisa dibumikan dalam semua konteks,” ujarnya.

Ia menilai penerapan Pancasila perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya melalui kegiatan seremonial pada momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Nilai persatuan, gotong royong, toleransi dan penghormatan terhadap sesama, menurutnya, perlu terus diperkuat di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Dedy menegaskan, berbagai tantangan yang muncul di era digital tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan optimisme dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Kita harus tetap optimis bahwa nilai-nilai Pancasila ini akan terus kita jadikan sebagai satu pegangan dalam berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami sejarah sekaligus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi perkembangan zaman. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....