Terindikasi Malaria, Dua Penambang di Desa Daenaa Langsung Ditangani
- 29 Sep 2026 17:52 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Dua pekerja tambang di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, terindikasi positif malaria berdasarkan hasil Rapid Test saat skrining kontak malaria, Senin 28 September 2026. Keduanya ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Tim Medis Puskesmas Limboto Barat dengan pendampingan personel Polsek Limboto Barat.
Skrining dilakukan di Dusun Yihe dan Dusun Ponelo dengan menyasar masyarakat umum serta pekerja tambang lokal yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan malaria.
Di Dusun Yihe, sebanyak 26 warga menjalani pemeriksaan, termasuk tujuh pekerja tambang. Seluruh hasil pemeriksaan di wilayah tersebut dinyatakan negatif malaria.
Sementara di Dusun Ponelo, pemeriksaan dilakukan terhadap 25 warga, termasuk lima pekerja tambang. Dari pemeriksaan tersebut, dua pekerja tambang menunjukkan hasil Rapid Test positif malaria.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim Medis Puskesmas Limboto Barat. Petugas melakukan konfirmasi melalui pemeriksaan slide mikroskopis sekaligus memberikan pengobatan malaria kepada warga yang terindikasi positif.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan masyarakat.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas juga menemukan sejumlah pekerja tambang yang belum dapat menjalani skrining karena sedang tidak berada di rumah ketika kegiatan berlangsung.
Kapolsek Limboto Barat Ipda Darmawan Hamzah, mengatakan pendampingan kepolisian merupakan bentuk sinergi untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kehadiran personel Polsek Limboto Barat dalam pendampingan ini adalah wujud sinergitas guna memastikan seluruh tahapan skrining kontak malaria berjalan aman dan tepat sasaran,” kata Ipda Darmawan Hamzah.
Ia juga mendukung langkah cepat tenaga medis dalam menangani dua pekerja tambang yang terindikasi positif. Penanganan dilakukan melalui pemeriksaan lanjutan untuk memastikan hasil sekaligus pemberian pengobatan.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap kelompok berisiko perlu terus didorong, terutama bagi pekerja tambang yang aktivitasnya membuat mereka berada di lingkungan yang berpotensi terpapar malaria.
“Kami juga mengimbau kepada para penambang yang belum sempat diperiksa karena tidak berada di rumah agar secara proaktif mendatangi fasilitas kesehatan terdekat demi keselamatan diri dan keluarga,” tambahnya.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Puskesmas Limboto Barat, Polsek Limboto Barat, Pemerintah Kecamatan Limboto Barat dan Pemerintah Desa Daenaa.
Skrining CKG dan kontak malaria berlangsung aman dan kondusif hingga selesai sekitar pukul 11.30 WITA. Pemeriksaan diharapkan dapat membantu menemukan kasus lebih awal sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyebaran malaria di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....