Berlangsung Selama 7 Jam, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Alale
- 07 Sep 2026 09:54 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kebakaran lahan di Desa Alale, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, kembali memaksa personel gabungan berjibaku selama lebih dari tujuh jam untuk memadamkan kobaran api di kawasan tebing curam, Minggu 6 September 2026. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.12 WITA di kawasan lahan yang berada di atas gunung. Vegetasi berupa rumput liar, bambu, serta pepohonan membuat kobaran api mudah menjalar di lokasi tersebut.
Upaya pemadaman kemudian diperkuat setelah Damkar Kabupaten Bone Bolango meminta bantuan satu unit kendaraan taktis (Rantis) Karhutla milik Direktorat Samapta Polda Gorontalo pada pukul 13.51 WITA.
Personel Unit Pammat Dit Samapta tiba di lokasi sekitar pukul 14.29 WITA. Sebelumnya, personel tersebut juga telah melakukan penanganan kebakaran lahan di Desa Panggulo, Kecamatan Botupingge.
Direktur Samapta Polda Gorontalo, KBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., mengatakan pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan puluhan personel dari sejumlah unsur.
"Tim gabungan terdiri dari 25 personel Dit Samapta, empat personel BPBD Provinsi, dua personel Polsek Suwawa dan tiga personel Bid Humas Polda Gorontalo," ucap KBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti.
Menurut Satrya, kondisi medan menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Titik api berada di kawasan lereng gunung dengan akses menuju lokasi yang sempit dan sulit dilalui kendaraan.
"Objek yang terbakar berupa lahan di atas gunung yang ditumbuhi rumput liar dan pepohonan bambu. Kendala di lapangan berupa akses jalan sempit dan lokasi titik api berada di pinggir tebing yang cukup curam," kata Satrya.
Petugas sempat berhasil mengendalikan kobaran api hingga dinyatakan padam pada pukul 15.44 WITA. Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama karena api kembali muncul sekitar pukul 16.33 WITA.
Tim gabungan kembali bergerak melakukan penyisiran dan pemadaman di sekitar titik yang kembali terbakar. Petugas harus menjangkau bagian-bagian lahan yang sulit diakses untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyulut vegetasi kering.
Setelah berjuang selama berjam-jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 20.25 WITA. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran.
Proses pendinginan selesai sekitar pukul 20.55 WITA. Dengan demikian, penanganan kebakaran di lokasi tersebut berlangsung sejak personel tiba pada sore hari hingga malam dalam kondisi medan yang cukup berat.
Satrya mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api sebagai cara untuk membuka atau membersihkan lahan. Aktivitas pembakaran di tengah kondisi vegetasi kering dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas dan sulit dikendalikan.
"Kami imbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika melihat asap atau api segera laporkan ke Damkar atau kantor polisi terdekat," tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....