Kemenag Kabgor Dorong Deteksi Dini Konflik Berdimensi Keagamaan
- 22 Sep 2026 15:01 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo mendorong penguatan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial berdimensi keagamaan melalui Dialog Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo, Senin 21 September 2026.
Dialog ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat sinergi lintas agama sekaligus merumuskan rekomendasi Early Warning System (EWS) dalam mengantisipasi potensi konflik sejak dini. Kegiatan dihadiri Pelaksana Harian Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo Yusrin Taib, Ketua Tim Organisasi, Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Gorontalo Wiwik Widyawati Mayang.
Hadir juga Ketua FKUB Kabupaten Gorontalo Syahril Djaafara, perwakilan Kesbangpol Kabupaten Gorontalo, pengurus FKUB, perwakilan pemuda dari masing-masing unsur agama, serta jajaran ASN Kemenag Kabupaten Gorontalo.
Yusrin Taib menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam menjaga kerukunan umat beragama. Menurutnya, penguatan kerukunan tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi harus dibangun secara berkelanjutan melalui komunikasi, silaturahmi, dan kepedulian bersama.
“Kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi lintas agama perlu terus diperkuat, sehingga setiap potensi persoalan dapat kita kenali dan cegah sebelum berkembang menjadi konflik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Gorontalo Syahril Djaafara mengapresiasi pelaksanaan dialog yang dinilainya menjadi ruang penting untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi antarpemeluk agama.
Ia mengatakan keberadaan FKUB terkadang baru dirasakan ketika terjadi konflik. Padahal, FKUB memiliki peran dalam membantu membangun dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Gorontalo Wiwik Widyawati Mayang yang membuka kegiatan tersebut turut mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Ia menyampaikan bahwa tahun ini capaian indeks kerukunan umat beragama berada pada nilai tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Namun, masih terdapat sejumlah indikator yang perlu diperkuat, khususnya terkait kebersamaan.
Menurutnya, FKUB menjadi salah satu unsur penting dalam penguatan kerukunan umat beragama sehingga diperlukan sinergi lintas pihak, meskipun dalam pelaksanaannya masih menghadapi keterbatasan dukungan anggaran.
Wiwik juga mengingatkan sejumlah potensi yang dapat mengganggu kerukunan, di antaranya sikap intoleransi, penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi atau hoaks, meningkatnya sensitivitas terkait persoalan rumah ibadah, serta tantangan digitalisasi yang membuat informasi dapat menyebar dengan cepat.
Melalui dialog tersebut, para peserta diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas agama sekaligus menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bagian dari sistem deteksi dini dalam menjaga stabilitas dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gorontalo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....