Mahasiswa KKN-T UNG Dorong Warga Huntu Jadi Foodpreneur Digital

  • 10 Sep 2026 13:04 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Kabupaten Gorontalo - Mahasiswa KKN Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, melalui pelatihan Digital Foodpreneur. Kamis 10 September 2026.

Pelatihan bertajuk “Membangun Kemandirian Ekonomi melalui Inovasi Produk Olahan Jagung dan Pemanfaatan Teknologi Digital” tersebut merupakan kelanjutan program hilirisasi pangan lokal di Desa Huntu.

Kegiatan menyasar kelompok ibu-ibu KUB, kader Posyandu, serta generasi muda desa dengan membekali mereka keterampilan pengolahan dan pemasaran produk secara modern.

Peserta mendapatkan materi mulai dari penentuan Harga Pokok Produksi (HPP), pengemasan menggunakan standing pouch, fotografi produk dengan smartphone, hingga pemanfaatan WhatsApp Business dan media sosial untuk promosi.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik UNG, Annisa Pratiwi Katili, mengatakan literasi digital menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk pangan lokal Desa Huntu.

“Hilirasasi produk jagung menjadi emping tidak akan optimal jika tidak dibarengi dengan strategi pemasaran yang tepat. Melalui konsep Digital Foodpreneur, kami ingin memastikan produk olahan Desa Huntu ini memiliki identitas merek, kemasan standar industri, dan mampu menembus pasar digital secara mandiri,” jelas Annisa.

Sementara itu, Koordinator Desa KKN Tematik UNG Desa Huntu, Mohamad Aryo Utiya, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi selama masa KKN, tetapi juga memastikan produk dapat terus dipasarkan setelah program berakhir.

“Tujuan utama kami bukan hanya sekadar mengolah emping jagung selama masa KKN, tetapi bagaimana produk ini bisa terus terjual dan menghasilkan pendapatan bagi warga Desa Huntu ke depannya,” ujarnya.

Menurut Aryo, generasi muda desa diarahkan menjadi motor penggerak pemasaran digital, mulai dari mengelola media sosial, memotret produk, hingga melayani pesanan secara daring.

Sementara kelompok ibu-ibu KUB diharapkan dapat berfokus pada kualitas dan kontinuitas produksi. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha Emping Jagung Huntu.

Dalam pelatihan, peserta juga diajarkan membuat katalog digital, teknik pencahayaan saat memotret produk menggunakan kamera ponsel, serta pencatatan arus kas dan pembukuan sederhana.

Pemerintah Desa Huntu turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Produk Emping Jagung Huntu ditargetkan dapat dipasarkan lebih luas dan ditampilkan dalam ajang Gelar Produk atau Expo pada akhir masa KKN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....