Ekonom UNG: Nilai Kinerja Ekonomi Gorontalo Tetap Positif

  • 28 Agt 2026 14:16 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Akademisi dan Ekonom Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr. Herwin Mopangga menilai kritik sejumlah politisi terhadap kinerja Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail lebih banyak berada dalam ranah politik dan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi daerah. Herwin mengatakan, jika kinerja pemerintah daerah diukur dari sejumlah indikator ekonomi, Gorontalo masih menunjukkan perkembangan yang cukup positif sepanjang 2026.

Ia merujuk pada pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang mencapai 7,68 persen pada triwulan pertama 2026 dan kembali tumbuh 6,20 persen pada triwulan kedua. Angka tersebut, menurutnya, masih menjadi yang tertinggi di kawasan Sulawesi pada triwulan kedua.

“Saya melihat pernyataan tersebut lebih kepada ranah politik dan saya sebagai pengamat ekonomi cenderung melihat kurang relevan dengan kondisi ekonomi di Gorontalo yang ada saat ini,” kata Herwin.

Menurutnya, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan pemerintahan Gubernur Gusnar Ismail relatif mampu menjaga momentum pertumbuhan daerah. Kinerja tersebut ditopang oleh sejumlah sektor produktif yang memiliki kontribusi terhadap perekonomian Gorontalo.

“Saya kira ini menunjukkan kinerja pemerintahan yang cukup baik, dimana Gubernur Gusnar Ismail relatif cukup berhasil dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi Gorontalo,” ucap Herwin.

Herwin menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Gorontalo didorong oleh produktivitas komoditas agromaritim, sektor pertambangan dan industri pengolahan. Di saat yang sama, aktivitas UMKM turut menggerakkan sektor jasa, termasuk akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman.

Selain pertumbuhan ekonomi, ia menyoroti kondisi inflasi yang relatif terkendali. Menurut Herwin, stabilitas harga menjadi indikator penting karena berkaitan langsung dengan daya beli dan kondisi kesejahteraan masyarakat.

“Laju inflasi berada di angka 2,11 persen, ini masih di dalam rentang sasaran inflasi nasional maupun inflasi daerah yang 2,5 persen plus minus 1,” kata Herwin.

Ia menambahkan, kondisi inflasi yang terkendali berjalan beriringan dengan penurunan angka kemiskinan. Herwin menyebut tingkat kemiskinan Gorontalo saat ini berada di angka 12,16 persen.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan menurunnya transfer pemerintah pusat ke daerah, Herwin juga menilai pelayanan birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Kondisi tersebut dinilai penting agar efisiensi fiskal tidak berujung pada perlambatan aktivitas pemerintahan dan pembangunan.

“Di tengah kondisi efisiensi berlapis dari keuangan negara dan transfer pemerintah pusat ke daerah yang terus menurun, saya melihat kinerja pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat tidak kendur dan tidak menimbulkan perlambatan. Ini juga perlu kita apresiasi,” tambahnya.

Meski demikian, Herwin menilai pemerintah provinsi masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam membangun komunikasi politik dan sosial yang lebih baik. Komunikasi tersebut dinilai perlu dilakukan dengan seluruh kekuatan politik dan elemen masyarakat.

“Pemerintahan yang dipimpin Bapak Gusnar Ismail perlu membangun komunikasi yang lebih bagus dan lebih cair, terutama kepada partai-partai politik, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung atau mengambil jarak dengan pemerintahan beliau, sampai kepada elemen masyarakat di level paling bawah,” ucap Herwin.

Menurutnya, komunikasi yang lebih terbuka akan membantu menjaga stabilitas sosial dan politik sekaligus menciptakan ruang yang lebih kondusif bagi pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pada triwulan berikutnya. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....