UNG dan Tanggidaa Group Ubah Sampah Plastik Jadi Mainan Edukatif

  • 19 Agt 2026 12:43 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO,ID, Gorontalo — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Tanggidaa Group mengajak anak usia dini mengenal pengelolaan sampah plastik melalui kegiatan kreatif. Anak-anak diperkenalkan pada pemanfaatan plastik bekas menjadi mainan edukatif berbasis kriya daur ulang.

Kegiatan yang digelar di TK Damhil UNG dan TK Pembina Agropolitan pada Selasa 18 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun 2026.

Berbeda dari edukasi sampah pada umumnya, anak-anak tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga melihat secara langsung proses pengolahan material plastik yang sudah tidak terpakai.

Mulai dari pemilahan bahan, persiapan material, hingga proses pembentukan menjadi mainan dilakukan sebagai bagian dari pengalaman belajar anak.

Ketua Tim PISN UNG, Wira Pratama Rumambie, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan seni, kreativitas, pendidikan anak usia dini, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin mempertemukan aspek seni, kreativitas, pendidikan anak usia dini, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu kegiatan. Plastik yang biasanya hanya dipandang sebagai sampah dapat kita ubah menjadi media bermain dan belajar,” ujar Wira.

Menurutnya, pendekatan melalui permainan diharapkan membuat anak lebih mudah mengenal konsep pemanfaatan kembali material sekaligus menumbuhkan kreativitas sejak usia dini.

Keterlibatan Tanggidaa Group sebagai mitra dari komunitas lingkungan juga dinilai memberikan pengalaman yang lebih nyata kepada peserta mengenai kondisi pengelolaan sampah di masyarakat.

Perwakilan sekaligus Founder Tanggidaa Group, Jamaludin Kadir, mengatakan edukasi mengenai sampah kepada anak perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka.

“Kami melihat edukasi sampah tidak harus selalu dilakukan dengan cara menyalahkan bahwa sampah itu harus dibuang. Anak-anak dapat dikenalkan bahwa plastik yang sudah tidak terpakai masih dapat memiliki nilai apabila dipilah dan diolah dengan benar,” kata Jamaludin.

Ia menambahkan, penggunaan mainan edukatif dapat menjadi pendekatan untuk membuat pesan mengenai lingkungan lebih dekat dengan kehidupan anak.

Melalui kegiatan tersebut, UNG dan Tanggidaa Group berharap pengenalan daur ulang sejak usia dini tidak hanya membentuk kreativitas, tetapi juga menanamkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan kembali sampah dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....