DWP Imigrasi Edukasi Warga Botubarani Cegah TPPO Hingga Pemberdayaan Ekonomi

  • 15 Agt 2026 11:56 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Bone Bolango— Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo menggelar edukasi keimigrasian dan bakti sosial bagi masyarakat pesisir Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu 15 Agustus 2026

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan Desa Binaan Imigrasi sekaligus upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM).

Ketua DWP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, Natalie Josua, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi DWP untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya para ibu di wilayah pesisir.

Menurutnya, DWP tidak hanya menjalankan kegiatan internal organisasi, tetapi juga memiliki peran untuk berbagi pengetahuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kami ingin lebih pendekatan kepada ibu-ibu yang berada di wilayah pesisir. Kami juga ingin mengetahui seperti apa kehidupan ibu-ibu di pesisir,” ujar Natalie.

Dalam kegiatan tersebut, DWP memberikan edukasi mengenai pengelolaan hasil laut menjadi produk bernilai tambah, seperti nugget dan abon ikan.

Natalie mengatakan, edukasi juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital agar produk olahan masyarakat dapat dipasarkan secara lebih luas melalui platform daring.

Ia menilai kemampuan digital menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat, mengingat sebagian masyarakat pesisir masih belum familiar dengan berbagai platform pemasaran digital.

Menurut Natalie, peningkatan kemampuan mengolah dan memasarkan hasil laut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil, terutama ketika aktivitas melaut terhenti pada waktu-waktu tertentu.

“Harapannya yang pasti tentang perekonomian. Melautnya tidak setiap bulan, bahkan enam bulan pun mereka harus off,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, Josua Pahala Martua, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan TPPO dan TPPM.

Ia menyebut ibu rumah tangga memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan anak dan keluarga.

“Ibu rumah tangga itu merupakan benteng pertahanan yang paling utama terhadap pencegahan TPPO dan TPPM,” kata Josua.

Karena itu, pihaknya mengajak para ibu untuk meningkatkan komunikasi dengan anak serta memberikan pemahaman mengenai berbagai risiko yang dapat menyebabkan seseorang menjadi korban perdagangan orang maupun penyelundupan manusia.

Selain edukasi pencegahan TPPO dan TPPM, Imigrasi juga menyampaikan kepada masyarakat mengenai keberadaan warga negara asing di kawasan wisata Botubarani.

Josua meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak Imigrasi apabila menemukan aktivitas warga negara asing yang dianggap meresahkan atau mencurigakan.

“Imigrasi hadir terkait apa pun itu, terlebih warga negara asing. Apabila nantinya ada informasi terkait warga negara asing yang meresahkan, bisa disampaikan kepada kami,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat Desa Botubarani.

Perwakilan masyarakat Desa Botubarani, Orin Sukue, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan edukasi yang diberikan memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai keimigrasian.

“Yang kami tidak tahu, kami sudah bisa tahu. Sudah memberi motivasi, sudah memberi edukasi terhadap imigrasi kepada kami,” ujar Orin.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di Desa Botubarani dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.

DWP Imigrasi Gorontalo berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat desa binaan.

Selain edukasi keimigrasian dan pencegahan TPPO, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengolahan serta pemasaran produk hasil laut menjadi perhatian yang akan terus didorong.

DWP juga membuka peluang untuk menjangkau desa-desa lainnya sebagai bagian dari kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat apabila mendapat kesempatan untuk melanjutkan program tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....