Dosen UNG Dampingi UMKM Lancar Berkah Kembangkan Kombucha Herbal
- 14 Agt 2026 10:11 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - UMKM Lancar Berkah di Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, mendapat pendampingan melalui program pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan produk minuman herbal berbasis kombucha. Program bertajuk Pemberdayaan UMKM “Lancar Berkah” melalui Integrasi Budidaya Toga dan Produk Kombucha Herbal sebagai Minuman Fungsional Imunomodulator ini mendapat pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek tahun 2026.
Program ini melibatkan dosen dari Jurusan Farmasi, Pertanian, dan Manajemen Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Tim pelaksana terdiri dari apt. Mahdalena Sy Pakaya, M.Si selaku ketua, bersama Srie Isnawaty Pakaya, S.Pd., M.Si dan Anggry Pratama Solihin, M.Sc sebagai anggota.
Ketua tim pelaksana, apt. Mahdalena Sy Pakaya, M.Si mengutarakan, UMKM Lancar Berkah yang menjadi binaan tim telah menjalankan usaha minuman herbal sejak masa pandemi Covid-19. Usaha tersebut memanfaatkan berbagai rempah yang tersedia di lingkungan masyarakat dan selama ini lebih banyak digunakan sebagai bumbu dapur.
“Jadi ada UMKM yang sudah berjalan sejak pandemi Covid. Pada masa pandemi, masyarakat mulai sadar bagaimana mencegah infeksi dan penyakit dengan menggunakan herbal. Ini dimanfaatkan oleh UMKM Lancar Berkah dengan membuat minuman herbal menggunakan rempah-rempah yang ada di sekitar masyarakat,” ujar Mahdalena
Menurut Mahdalena, dalam perkembangannya UMKM tersebut menghadapi sejumlah kendala, mulai dari persaingan dengan produk minuman herbal lainnya hingga proses produksi yang masih dilakukan secara sederhana. Kondisi itu membuat waktu produksi relatif lama dan jumlah produk yang dihasilkan masih terbatas.
“Nah, minuman herbal yang dibuat UMKM ini mengalami kendala. Pertama, banyak saingan minuman herbal. Selain itu, proses produksinya dibuat dengan cara sederhana, sehingga waktu pembuatannya lama dan jumlah produksinya sedikit. Dari situ kami masuk dengan membawa inovasi produk yang berbeda dengan yang ada di pasaran,” katanya
Melalui program tersebut, tim pengabdian mengembangkan formulasi baru dengan tetap menggunakan bahan baku herbal dan rempah yang sama, tetapi diolah menjadi produk kombucha. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi hingga pemasaran.
“Di hulu kami membuat budidaya tanaman toga dengan sistem irigasi tetes agar bisa terkontrol dan mutu bahan baku terjamin. Dari inovasi yang dilakukan nantinya akan menghasilkan tiga produk, yakni kombucha herbal rempah atau minuman fermentasi, kombucha miyana dan jeruk nipis, serta Herbal Grips dalam bentuk kering,” jelasnya.
Produk Herbal Grips dalam bentuk kering dikembangkan untuk memperluas jangkauan pemasaran. Produk tersebut diharapkan tidak hanya dipasarkan di Gorontalo, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan ke luar daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah tanaman herbal yang dibudidayakan masyarakat.
Pada tahap hilir, tim memberikan pendampingan digital marketing melalui media sosial serta menyiapkan aplikasi untuk mendukung pemasaran dan promosi. Pelaku UMKM juga mendapatkan sejumlah peralatan yang mendukung budidaya tanaman toga dan produksi kombucha herbal.
“Setelah melalui proses hulu dan prosesnya di hilir, kami buatkan digital marketing di media sosial. Selain digital marketing, kami juga sudah membuatkan aplikasi pemasaran dan promosi serta memberikan beberapa peralatan yang digunakan untuk pembuatan budidaya toga dan produk kombucha herbal,” tambahnya
Mahdalena berharap pendampingan yang diberikan dapat berlanjut setelah program selesai, sehingga inovasi dan fasilitas yang telah diberikan mampu dimanfaatkan secara mandiri oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Tentunya harapan kami, apa yang telah kami berikan kepada masyarakat, terutama pelaku UMKM, tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi ada keberlanjutan. Apa yang telah kami tinggalkan akan mereka lanjutkan dan kami akan terus melakukan pendampingan sampai pada proses pemasarannya,” pungkasnya
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada LPPM Universitas Negeri Gorontalo dan DPPM Kemendiktisaintek atas dukungan pendanaan tahun 2026 melalui Skema Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat, Skim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. (RA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....