Petugas Harap Warga Dukung Sensus Ekonomi 2026 di Gorontalo
- 05 Jul 2026 15:21 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kota Gorontalo – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Gorontalo terus berlangsung. Namun, di lapangan masih ditemukan sebagian masyarakat yang enggan memberikan data karena khawatir sensus akan memengaruhi penerimaan bantuan sosial dari pemerintah.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang bertugas di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Arif Abdullah, mengatakan pelaksanaan sensus di wilayah tersebut telah berlangsung sekitar dua minggu.
Menurut Arif, tantangan terbesar yang dihadapi petugas bukan pada proses pendataan, melainkan masih adanya warga yang menolak ditemui atau enggan memberikan informasi saat didatangi ke rumah.
"Keluhan yang paling banyak kami temui adalah ada warga yang tidak mau didata. Bahkan ketika petugas datang, sebagian memilih tidak membuka pintu rumah," ujarnya saat diwawancarai, Sabtu 4 Juli 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan sejumlah warga, penolakan tersebut dipicu anggapan bahwa pendataan Sensus Ekonomi berkaitan dengan penentuan penerima bantuan sosial atau perubahan status kesejahteraan masyarakat.
Padahal, lanjut Arif, Sensus Ekonomi yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bertujuan menghimpun data kegiatan ekonomi masyarakat dan tidak digunakan untuk menentukan apakah seseorang berhak menerima atau kehilangan bantuan pemerintah.
"Sebagian masyarakat mengira kalau didata nanti berpengaruh terhadap bantuan yang mereka terima. Padahal tugas kami hanya mengumpulkan data yang nantinya digunakan berbagai instansi pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan," jelasnya.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan nasional yang dilaksanakan BPS untuk memperoleh gambaran terkini mengenai aktivitas usaha di Indonesia. Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi, perencanaan pembangunan, peningkatan investasi, pengembangan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja.
Karena itu, Arif berharap masyarakat dapat menerima kehadiran petugas sensus dengan terbuka dan memberikan informasi yang benar agar data yang dihasilkan akurat.
"Harapan kami masyarakat bisa lebih terbuka dan menerima petugas sensus ekonomi sehingga pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar tanpa hambatan," katanya.
BPS juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang keliru mengenai sensus ekonomi. Seluruh petugas resmi dibekali identitas dan menjalankan pendataan sesuai prosedur yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....