BRMP Gorontalo Kawal Kesiapan Bibit Kakao di Boalemo
- 14 Agt 2026 12:18 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo terus memperkuat pengawalan Program Hilirisasi Komoditas Kakao Tahun 2026 melalui pemantauan kesiapan penyediaan bibit kakao bermutu di Kabupaten Boalemo.
Pengawalan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan tanam yang memenuhi standar teknis sebelum disalurkan kepada kelompok tani penerima program.
Melalui Tim Kelompok Substansi Pendampingan Modernisasi Pertanian, BRMP Gorontalo bersama Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon serta Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo meninjau lokasi pembibitan kakao milik PT Triwana Lestari Abadi di Desa Bongo II, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawalan program strategis Kementerian Pertanian, khususnya untuk memastikan proses penyediaan bibit kakao berjalan sesuai dengan kaidah teknis perbenihan.
Lokasi pembibitan memiliki luas sekitar 2,5 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 1,2 juta bibit. Saat peninjauan dilakukan, sekitar 1 juta bibit kakao tengah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan program.
Ketersediaan bibit dalam jumlah besar tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan perluasan areal tanaman kakao. Selain itu, kesiapan bibit diharapkan dapat memastikan pelaksanaan program hilirisasi berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Tim juga mengamati proses sambung pucuk atau grafting yang dilakukan oleh tenaga kerja terampil dari Provinsi Sulawesi Selatan. Teknik ini menjadi salah satu tahapan penting dalam menghasilkan bibit kakao unggul melalui penggabungan batang bawah dan batang atas dari bahan tanaman yang memiliki karakter unggul.
Melalui proses pembibitan yang dilakukan secara tepat, bibit kakao yang dihasilkan diharapkan memiliki pertumbuhan sehat dan seragam serta berpotensi memberikan produktivitas yang baik setelah ditanam di lapangan.
Selain proses grafting, pengawalan juga mencakup pemeriksaan bahan tanam yang digunakan, yakni seedling sebagai batang bawah yang berasal dari benih unggul serta entres berupa pucuk atau ranting dari klon kakao unggul sebagai batang atas.
Penggunaan bahan tanam bermutu menjadi salah satu faktor penentu kualitas bibit. Karena itu, setiap tahapan pembibitan perlu dilakukan sesuai standar teknis, mulai dari pemilihan bahan tanam hingga bibit siap disalurkan kepada petani penerima program.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....