Petani Gorontalo Keluhkan Sulitnya Mencari Pekerja, Lebih Pilih Sektor Lain
- 04 Agt 2026 19:43 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Di tengah tingginya harga beras nasional, petani di Gorontalo justru menghadapi persoalan lain yang tak kalah serius, yakni semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja pertanian. Kondisi tersebut dinilai menjadi ancaman terhadap keberlanjutan produksi pangan di daerah.
Salah satu petani Gorontalo, Hamzah Nintje, mengatakan persoalan tenaga kerja kini menjadi kendala terbesar yang dihadapi petani, bahkan lebih berat dibandingkan persoalan pupuk maupun irigasi.
Menurutnya, ketersediaan pupuk bersubsidi saat ini relatif tidak lagi menjadi masalah karena petani dapat memperolehnya dengan lebih mudah. Begitu pula dengan irigasi yang masih dapat diatasi melalui pompanisasi di beberapa wilayah. Namun, kelangkaan buruh tani justru semakin terasa setiap musim tanam.
"Kalau pupuk sekarang sudah jauh lebih mudah. Yang paling sulit justru tenaga kerja. Mencari buruh tani sekarang sangat susah," ujar Hamzah, Selasa 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan banyak tenaga kerja di pedesaan memilih beralih ke sektor lain, terutama pertambangan, karena menawarkan pendapatan yang dinilai lebih tinggi dibandingkan bekerja di sektor pertanian.
Akibatnya, petani harus menaikkan upah pekerja agar tetap mampu menarik minat masyarakat bekerja di sawah. Meski demikian, upaya tersebut belum mampu mengatasi kekurangan tenaga kerja.
"Walaupun upah sudah kami naikkan, tetap saja sulit mendapatkan pekerja. Kami harus bersaing dengan sektor lain yang memberikan penghasilan lebih besar," katanya.
Hamzah menambahkan, kekurangan tenaga kerja paling dirasakan setelah masa panen ketika petani mulai mempersiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya. Sementara proses panen sebagian sudah terbantu dengan penggunaan combine harvester, pekerjaan pengolahan lahan masih sangat bergantung pada tenaga manusia.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi terus meningkat. Jika tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas maupun harga jual hasil panen yang menguntungkan petani, maka keuntungan yang diperoleh akan semakin kecil.
Ia berharap pemerintah terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui percepatan mekanisasi, sehingga ketergantungan terhadap tenaga kerja dapat dikurangi.
Selain itu, Hamzah menilai peningkatan kesejahteraan petani perlu menjadi perhatian agar sektor pertanian tetap menarik bagi generasi muda dan mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan di Gorontalo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....