Bupati Pohuwato Perjuangkan Enam Titik JIAT untuk Petani
- 03 Agt 2026 20:31 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menghadiri Gerakan Tanam Serempak (Gertam) Padi dengan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dipusatkan di lahan Kelompok Tani Sejahtera, Desa Buntulia Utara, Kecamatan Buntulia.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Kodim 1313/Pohuwato, Kepala Dinas Pertanian Pohuwato Kamri Alwi, pemerintah kecamatan dan desa, Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Umar Etango, para penyuluh pertanian, serta kelompok tani. Pelaksanaan Gertam diawali dengan zoom meeting bersama Gubernur Gorontalo yang diikuti seluruh kepala daerah dan jajaran dinas pertanian kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.
PM-AAS merupakan sistem pertanian modern yang mengedepankan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) berteknologi serta pola tanam yang lebih efisien untuk meningkatkan produktivitas. Metode ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendorong transformasi sektor pertanian agar lebih modern, adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
Di hadapan para petani, Bupati Saipul menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus berupaya mengatasi persoalan kekurangan air yang selama ini menjadi kendala utama pertanian sawah, khususnya di Kecamatan Buntulia dan Duhiadaa. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengusulkan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) kepada Kementerian Pekerjaan Umum sebagai solusi penyediaan air bagi lahan persawahan.
"Sistem JIAT memanfaatkan sumber air tanah yang ditampung di bak penampungan sebelum dialirkan ke areal persawahan. Program ini membutuhkan anggaran yang cukup besar, tetapi kami akan terus memperjuangkannya demi kepentingan petani," ujar Bupati.
Saipul mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Pohuwato telah mengusulkan pembangunan enam titik JIAT yang diharapkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026. Menurutnya, setiap titik JIAT diperkirakan mampu mengairi sekitar 10 hektare lahan persawahan sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
"Kami terus memperjuangkan program ini. Mudah-mudahan pembangunan enam titik JIAT dapat dimulai pada Agustus sehingga kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi dan hasil pertanian semakin meningkat," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....